Tanda-Tanda Kiamat: Normalisasi Zina dan Runtuhnya Pagar Moral
Miftah yusufpati
Ahad, 01 Februari 2026 - 16:04 WIB
Hilangnya rasa takut kepada Tuhan dan dominasi materi atas nurani telah menjadikan nubuat tentang merebaknya zina sebagai cermin bagi kondisi zaman yang sedang sakit. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID- Di balik gemerlap gaya hidup urban dan narasi kebebasan ekspresi yang diagungkan manusia modern, tersimpan sebuah fenomena yang dalam literatur eskatologi dipandang sebagai pembusukan akar masyarakat. Pergeseran nilai yang mengubah perilaku seksual dari wilayah sakral menjadi sekadar komoditas atau gaya hidup bukan sekadar masalah pergeseran sosiologis.
Dalam perspektif Islam, merebaknya perzinaan adalah salah satu alarm paling nyaring tentang kian dekatnya titik akhir sejarah manusia.
Dalam buku Mukhtashar Asyraathus Saa’ah al-Shughra wa al-Kubra, ‘Awadh bin ‘Ali bin ‘Abdullah membedah fenomena ini bukan sebagai kejadian sporadis, melainkan sebagai tanda kecil kiamat yang bersifat masif. Laporan yang diterbitkan oleh Maktab Dakwah Rabwah dan diedit oleh Eko Haryanto Abu Ziyad ini merujuk pada sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Anas radhiyallahu anhu:
إنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ : …. وَيَظْهَرَ الزِّنَا
Artinya: Sesungguhnya di antara tanda-tanda kiamat adalah... dan beliau menyebutkan di antaranya: merebaknya perzinaan.
Kata yazhhara dalam teks Arab tersebut bukan sekadar berarti ada, melainkan bermakna muncul ke permukaan, tampak jelas, atau menjadi sesuatu yang terang-terangan dilakukan tanpa rasa malu lagi. Secara sosiologis, ini menunjukkan sebuah masa di mana kontrol sosial telah lumpuh dan rasa malu telah tercabut dari akar budaya masyarakat.
Banalitas Hubungan Bebas
Dalam perspektif Islam, merebaknya perzinaan adalah salah satu alarm paling nyaring tentang kian dekatnya titik akhir sejarah manusia.
Dalam buku Mukhtashar Asyraathus Saa’ah al-Shughra wa al-Kubra, ‘Awadh bin ‘Ali bin ‘Abdullah membedah fenomena ini bukan sebagai kejadian sporadis, melainkan sebagai tanda kecil kiamat yang bersifat masif. Laporan yang diterbitkan oleh Maktab Dakwah Rabwah dan diedit oleh Eko Haryanto Abu Ziyad ini merujuk pada sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Anas radhiyallahu anhu:
إنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ : …. وَيَظْهَرَ الزِّنَا
Artinya: Sesungguhnya di antara tanda-tanda kiamat adalah... dan beliau menyebutkan di antaranya: merebaknya perzinaan.
Kata yazhhara dalam teks Arab tersebut bukan sekadar berarti ada, melainkan bermakna muncul ke permukaan, tampak jelas, atau menjadi sesuatu yang terang-terangan dilakukan tanpa rasa malu lagi. Secara sosiologis, ini menunjukkan sebuah masa di mana kontrol sosial telah lumpuh dan rasa malu telah tercabut dari akar budaya masyarakat.
Banalitas Hubungan Bebas