Jejak Inspiratif Arsyadany Ghana Akmalaputri, Direktur Distribusi PLN Termuda
Tim langit 7
Selasa, 03 Februari 2026 - 21:24 WIB
Jejak Inspiratif Arsyadany Ghana Akmalaputri, Direktur Distribusi PLN Termuda
LANGIT7.ID-Kalangan profesional di BUMN dari kaum perempuan tampak makin bersinar. Lihat saja perusahaan perusahaan BUMN papan atas, kini profesional perempuannya sangat menonjol. Di PLN ada Arsyadany Ghana Akmalaputri yang kini memegang posisi strategis sebagai Direktur Distribusi PLN.
Di BNI ada Alexandra Askandar yang memegang posisi Wadirut BNI, Bahkan OJK kini juga dipegang profesional perempuan, yaitu Friderica Widyasari Dewi. Dan memang profesional perempuan seperti Arsyadany, Friderica dan Alexandra memiliki akseptabilitas dan kapabilitas yang mumpuni. Mereka pantas berada di barisan depan. Kali ini, langit7.id mencoba membedah sosok profesional Arsyadany yang pantas disebut srikandi PLN.
Arsyadhany memang dikenal sosok profesional pekerja keras. Saat terjadi musibah banjir dan tanah longsor di Aceh, Padang dan Sumut, yang menyebabkan banyak jaringan listrik putus, membuat dia harus berjibaku di lapangan dan di medan medan yang berat. Bahkan sempat tidak bisa tidur karena harus selalu terjaga dan mendampingi tim di lapangan yang bekerja keras merecovery infrastruktur listrik yang rusak berat. Kebutuhan listrik bagi daerah daerah yang terdampak bencana menjadi sangat prioritas. Itulah sebabnya Arsyadany yang menggawangi distribusi benar benar bekerja tanpa kenal lelah bersama tim di lapangan. Syukur alhamdulillah, berkat kerja kerasnya bersama tim, problem listrik di daerah terdampak bencana bisa selesai teratasi.
Di balik kesibukannya mengawal distribusi listrik untuk lebih dari 90 juta pelanggan, Arsyadany Ghana Akmalaputri juga masih bisa menyempatkan diri mampir ke laboratorium teknik elektro kampusnya dulu. Tak sekadar bernostalgia, ia datang dengan misi nyata: menyerahkan fasilitas stasiun pengisian kendaraan listrik dan peralatan SCADA mutakhir sebagai bentuk komitmen pada dunia pendidikan yang pernah membentuknya.
Perempuan berusia 43 tahun ini bukan sekadar mantan mahasiswa yang sukses. Ia adalah bukti hidup bahwa pilihan kuliah di perguruan tinggi swasta bukanlah batasan, melainkan awal dari perjalanan luar biasa. Dengan tekad dan kompetensi, Arsya—sapaan akrabnya—telah mencatatkan namanya sebagai Direktur Distribusi termuda sekaligus perempuan pertama dalam sejarah panjang PLN.
Awal yang Tak Terduga: Menolak Kedokteran, Memeluk Listrik
Lahir sebagai bungsu dari tiga bersaudara, jalan hidup Arsya hampir mengikuti pola konvensional. Kakak-kakaknya menempuh pendidikan di perguruan tinggi negeri di Semarang, sementara ayahnya mengarahkannya ke jurusan kedokteran—profesi yang dianggap ideal untuk perempuan masa itu.
Di BNI ada Alexandra Askandar yang memegang posisi Wadirut BNI, Bahkan OJK kini juga dipegang profesional perempuan, yaitu Friderica Widyasari Dewi. Dan memang profesional perempuan seperti Arsyadany, Friderica dan Alexandra memiliki akseptabilitas dan kapabilitas yang mumpuni. Mereka pantas berada di barisan depan. Kali ini, langit7.id mencoba membedah sosok profesional Arsyadany yang pantas disebut srikandi PLN.
Arsyadhany memang dikenal sosok profesional pekerja keras. Saat terjadi musibah banjir dan tanah longsor di Aceh, Padang dan Sumut, yang menyebabkan banyak jaringan listrik putus, membuat dia harus berjibaku di lapangan dan di medan medan yang berat. Bahkan sempat tidak bisa tidur karena harus selalu terjaga dan mendampingi tim di lapangan yang bekerja keras merecovery infrastruktur listrik yang rusak berat. Kebutuhan listrik bagi daerah daerah yang terdampak bencana menjadi sangat prioritas. Itulah sebabnya Arsyadany yang menggawangi distribusi benar benar bekerja tanpa kenal lelah bersama tim di lapangan. Syukur alhamdulillah, berkat kerja kerasnya bersama tim, problem listrik di daerah terdampak bencana bisa selesai teratasi.
Di balik kesibukannya mengawal distribusi listrik untuk lebih dari 90 juta pelanggan, Arsyadany Ghana Akmalaputri juga masih bisa menyempatkan diri mampir ke laboratorium teknik elektro kampusnya dulu. Tak sekadar bernostalgia, ia datang dengan misi nyata: menyerahkan fasilitas stasiun pengisian kendaraan listrik dan peralatan SCADA mutakhir sebagai bentuk komitmen pada dunia pendidikan yang pernah membentuknya.
Perempuan berusia 43 tahun ini bukan sekadar mantan mahasiswa yang sukses. Ia adalah bukti hidup bahwa pilihan kuliah di perguruan tinggi swasta bukanlah batasan, melainkan awal dari perjalanan luar biasa. Dengan tekad dan kompetensi, Arsya—sapaan akrabnya—telah mencatatkan namanya sebagai Direktur Distribusi termuda sekaligus perempuan pertama dalam sejarah panjang PLN.
Awal yang Tak Terduga: Menolak Kedokteran, Memeluk Listrik
Lahir sebagai bungsu dari tiga bersaudara, jalan hidup Arsya hampir mengikuti pola konvensional. Kakak-kakaknya menempuh pendidikan di perguruan tinggi negeri di Semarang, sementara ayahnya mengarahkannya ke jurusan kedokteran—profesi yang dianggap ideal untuk perempuan masa itu.