home global news

Tamparan Keras bagi Negara: Bocah SD di NTT Bunuh Diri Hanya karena Tak Mampu Beli Pulpen

Kamis, 05 Februari 2026 - 08:03 WIB
Tamparan Keras bagi Negara: Bocah SD di NTT Bunuh Diri Hanya karena Tak Mampu Beli Pulpen
Oleh: Anwar Abbas

LANGIT7- Kematian memilukan YBR, seorang siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Jerebuu, Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), bukan sekadar berita duka. Ini adalah tamparan keras bagi wajah negara yang seolah menutup mata terhadap jeritan rakyat di pelosok negeri.

Seorang anak yang memendam mimpi besar untuk mengubah nasib melalui pendidikan, justru harus mengakhiri hidupnya di dahan pohon cengkih. Tragisnya, nyawa bocah ini melayang hanya karena sebuah keinginan sederhana yang tak terpenuhi: memiliki buku tulis dan pulpen untuk belajar.

Realita Pahit di Balik Kata "Pelit"



Dalam surat wasiatnya, YBR meluapkan kekecewaan dan menyebut ibunya pelit. Namun, di balik tuduhan polos seorang anak itu, tersimpan realitas kemiskinan yang mencekik. Sang ibu, seorang janda yang bekerja serabutan untuk menghidupi lima anak, tidak sedang bersikap kikir. Ia hanya sedang bertarung dengan ketiadaan.

Baginya, uang sepuluh ribu rupiah adalah pilihan hidup dan mati antara perut yang lapar atau alat tulis sekolah. Di sinilah letak ironi terbesar: saat cita-cita seorang anak berbenturan dengan tembok tebal kemiskinan yang tak mampu diruntuhkan oleh jaring pengaman sosial pemerintah.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya