Wamenag Romo Syafi’i Tegaskan Santri Harus Kuasai Sains dan Teknologi Demi Kemajuan Bangsa
Tim langit 7
Kamis, 05 Februari 2026 - 10:42 WIB
Wamenag Romo Syafii Tegaskan Santri Harus Kuasai Sains dan Teknologi Demi Kemajuan Bangsa
LANGIT7.ID-Jakarta; Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i memberi pesan khusus kepada para santri. Wamenag mengingatkan bahwa belajar Islam tidak hanya tentang ilmu agama, tapi juga ilmu teknologi, sosial, dan lainnya.
Hal ini disampaikan Wamenag saat memberikan kuliah umum kepada para santri Yayasan ZAD Al-Insanniyah Cipanas sekaligus meresmikan Masjid Jami’ Imam Ath-Thabari, Rabu (4/2). Hadir, jajaran pengurus Yayasan ZAD Al-Insanniyah, unsur pemerintah daerah, perwakilan Majelis Ulama Indonesia setempat, tokoh masyarakat, para asatidz, serta para santri dan mahasantri.
Wamenag menjelaskan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an mencakup seluruh aspek kehidupan, termasuk ekonomi, politik, sosial, sains, dan teknologi. Oleh karena itu, pemahaman terhadap Islam tidak boleh dipersempit hanya pada ibadah ritual.
“Belajar Islam tidak berarti meninggalkan sains, teknologi, ekonomi, atau bidang lainnya. Justru dengan memahami Islam secara utuh, kita akan lebih mudah menguasai berbagai disiplin ilmu,” tegasnya dalam keterangan resmi, Kamis (5/2/2026).
Ia mengingatkan bahwa sejarah peradaban Islam telah melahirkan banyak tokoh besar yang menguasai berbagai disiplin ilmu sekaligus memiliki kedalaman spiritual. Menurutnya, tradisi keilmuan tersebut harus terus dihidupkan di lingkungan pesantren, madrasah, dan sekolah Islam.
Wamenag juga mengapresiasi capaian madrasah dan lembaga pendidikan Islam yang semakin menunjukkan prestasi di bidang sains dan teknologi. “Madrasah dan lembaga pendidikan Islam hari ini telah membuktikan diri mampu berprestasi di bidang riset, robotik, dan inovasi. Ini menunjukkan bahwa madrasah adalah pusat keunggulan,” katanya.
Dalam konteks kebangsaan, Wamenag menegaskan pentingnya menyiapkan sumber daya manusia unggul sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045. “Indonesia membutuhkan generasi muda yang cerdas otaknya, kuat imannya, sehat fisiknya, dan berintegritas, karena merekalah penopang Indonesia Emas 2045,” ujar Wamenag.
Hal ini disampaikan Wamenag saat memberikan kuliah umum kepada para santri Yayasan ZAD Al-Insanniyah Cipanas sekaligus meresmikan Masjid Jami’ Imam Ath-Thabari, Rabu (4/2). Hadir, jajaran pengurus Yayasan ZAD Al-Insanniyah, unsur pemerintah daerah, perwakilan Majelis Ulama Indonesia setempat, tokoh masyarakat, para asatidz, serta para santri dan mahasantri.
Wamenag menjelaskan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an mencakup seluruh aspek kehidupan, termasuk ekonomi, politik, sosial, sains, dan teknologi. Oleh karena itu, pemahaman terhadap Islam tidak boleh dipersempit hanya pada ibadah ritual.
“Belajar Islam tidak berarti meninggalkan sains, teknologi, ekonomi, atau bidang lainnya. Justru dengan memahami Islam secara utuh, kita akan lebih mudah menguasai berbagai disiplin ilmu,” tegasnya dalam keterangan resmi, Kamis (5/2/2026).
Ia mengingatkan bahwa sejarah peradaban Islam telah melahirkan banyak tokoh besar yang menguasai berbagai disiplin ilmu sekaligus memiliki kedalaman spiritual. Menurutnya, tradisi keilmuan tersebut harus terus dihidupkan di lingkungan pesantren, madrasah, dan sekolah Islam.
Wamenag juga mengapresiasi capaian madrasah dan lembaga pendidikan Islam yang semakin menunjukkan prestasi di bidang sains dan teknologi. “Madrasah dan lembaga pendidikan Islam hari ini telah membuktikan diri mampu berprestasi di bidang riset, robotik, dan inovasi. Ini menunjukkan bahwa madrasah adalah pusat keunggulan,” katanya.
Dalam konteks kebangsaan, Wamenag menegaskan pentingnya menyiapkan sumber daya manusia unggul sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045. “Indonesia membutuhkan generasi muda yang cerdas otaknya, kuat imannya, sehat fisiknya, dan berintegritas, karena merekalah penopang Indonesia Emas 2045,” ujar Wamenag.