home global news

Pemerintah Mendorong Hak Penerbit dan Kompensasi Adil Bagi Industri Media

Selasa, 10 Februari 2026 - 15:34 WIB
Wamen Komdigi Nezar Patria dalam Talk Show Konvensi Nasional Media Massa Hari Pers Nasional 2026: Pers, AI, dan Transformasi Digital: Membangun Ekosistem Informasi untuk Kepentingan Publik
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menilai bahwa Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan artifisial bukan ancaman karena menggantikan wartawan. Melainkan yang menjadi ancaman utama adalah praktik pengambilan nilai jurnalisme tanpa pengembalian yang adil.

Nezar Patri lebih lanjut menjelaskan, konten media diserap oleh platform dan mesin AI, lalu disajikan kembali dalam bentuk ringkasan. Dengan adanya hal ini, media kehilangan trafik, pendapatan, dan posisi strategisnya sebagai rujukan publik.

"Ancaman terbesar jurnalisme hari ini bukan wartawan digantikan oleh artificial intelligence, tetapi nilai jurnalisme diekstraksi tanpa pengembalian yang adil kepada media," kata Nezar Patria dalam rangkaian acara peringatan Hari Pers Nasional, mengutip laman Kemkomdigi, Selasa (10/2/2026).

Baca juga:Momen Peringatan HPN 2026, Menkomdigi Ajak Media Wujudkan Ruang Digital Aman

Menurutnya, disrupsi AI menyentuh seluruh rantai ekosistem media. Sehingga dampaknya tidak hanya pada ruang redaksi, tetapi juga pada kualitas informasi yang diterima masyarakat.

"Proses jurnalistik yang berbasis verifikasi dan kerja lapangan tergerus oleh konsumsi ringkasan instan," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa ringkasan mesin tidak setara dengan karya jurnalistik. Jurnalisme menghadirkan konteks, disiplin verifikasi, dan wajah manusia di balik peristiwa.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya