Mensesneg: Paket Stimulus Ekonomi Diberikan untuk Ringankan Beban Masyarakat
Lusi mahgriefie
Rabu, 11 Februari 2026 - 07:15 WIB
Mensesneg Prasetyo Hadi
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa kebijakan pemberian Paket Stimulus Ekonomi merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan, serta memberikan keringanan bagi masyarakat dalam menyambut Ramadhan dan Idul Fitri 2026.
"Kita ingin meringankan saudara-saudara kita yang dalam rangka puasa dan Lebaran biasanya bersilaturahmi, mudik atau pulang kampung dengan kemudian kita memberikan stimulus-stimulus dalam bentuk diskon-diskon, baik tiket kereta api, tiket pesawat, maupun tiket penyeberangan, semua semata-mata untuk kita membantu meringankan semua masyarakat," ujar Mensesneg saat peluncuran Paket Stimulus Ekonomi I-2026 di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Pemerintah meluncurkan Paket Stimulus Ekonomi ini mencakup kebijakan diskon transportasi, work from anywhere (WFA), dan bantuan pangan.
Selain stimulus ekonomi, pemerintah juga memprioritaskan aspek keselamatan dan kenyamanan perjalanan mudik. Mensesneg menegaskan bahwa koordinasi lintas kementerian/lembaga terus dilakukan untuk memastikan kelayakan infrastruktur jalan terutama di tengah kondisi curah hujan yang tinggi.
"Kita terus-menerus berkoordinasi untuk memastikan kelaikan jalan-jalan yang sekarang dengan musim hujan ini banyak juga yang terjadi lubang, bahkan di beberapa tempat sempat jatuh korban. Kami mewakili pemerintah tentu sangat prihatin, dan saya terus hampir setiap hari mengingatkan untuk kita pada seluruh jajaran memperhatikan hal-hal yang kecil seperti ini tapi berisiko fatal," ujarnya.
Tak hanya pemberian stimulus ekonomi berupa diskon transportasi, pemerintah juga memperkuat daya beli masyarakat dengan menyalurkan bantuan pangan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan, yang diberikan sekaligus untuk dua bulan dengan target penerima manfaat sebanyak 35,04 juta keluarga penerima manfaat (KPM) yang berasal dari desil 1-4.
"Pemerintah bekerja keras supaya seluruh masyarakat dapat menjalani bulan suci Ramadan dan Lebaran nanti dengan sebaik-baiknya, kita berpikir terus menerus bagaimana meringankan beban saudara-saudara kita terutama di desil 1 hingga di desil 4," kata Mensesneg.
"Kita ingin meringankan saudara-saudara kita yang dalam rangka puasa dan Lebaran biasanya bersilaturahmi, mudik atau pulang kampung dengan kemudian kita memberikan stimulus-stimulus dalam bentuk diskon-diskon, baik tiket kereta api, tiket pesawat, maupun tiket penyeberangan, semua semata-mata untuk kita membantu meringankan semua masyarakat," ujar Mensesneg saat peluncuran Paket Stimulus Ekonomi I-2026 di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Pemerintah meluncurkan Paket Stimulus Ekonomi ini mencakup kebijakan diskon transportasi, work from anywhere (WFA), dan bantuan pangan.
Selain stimulus ekonomi, pemerintah juga memprioritaskan aspek keselamatan dan kenyamanan perjalanan mudik. Mensesneg menegaskan bahwa koordinasi lintas kementerian/lembaga terus dilakukan untuk memastikan kelayakan infrastruktur jalan terutama di tengah kondisi curah hujan yang tinggi.
"Kita terus-menerus berkoordinasi untuk memastikan kelaikan jalan-jalan yang sekarang dengan musim hujan ini banyak juga yang terjadi lubang, bahkan di beberapa tempat sempat jatuh korban. Kami mewakili pemerintah tentu sangat prihatin, dan saya terus hampir setiap hari mengingatkan untuk kita pada seluruh jajaran memperhatikan hal-hal yang kecil seperti ini tapi berisiko fatal," ujarnya.
Tak hanya pemberian stimulus ekonomi berupa diskon transportasi, pemerintah juga memperkuat daya beli masyarakat dengan menyalurkan bantuan pangan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan, yang diberikan sekaligus untuk dua bulan dengan target penerima manfaat sebanyak 35,04 juta keluarga penerima manfaat (KPM) yang berasal dari desil 1-4.
"Pemerintah bekerja keras supaya seluruh masyarakat dapat menjalani bulan suci Ramadan dan Lebaran nanti dengan sebaik-baiknya, kita berpikir terus menerus bagaimana meringankan beban saudara-saudara kita terutama di desil 1 hingga di desil 4," kata Mensesneg.