home global news

Polisi: Jemaah Muslim Dapat Izin Salat Sebelum Dibubarkan di Aksi Menentang Kunjungan Presiden Israel di Sydney

Jum'at, 13 Februari 2026 - 13:18 WIB
Polisi: Jemaah Muslim Dapat Izin Salat Sebelum Dibubarkan di Aksi Menentang Kunjungan Presiden Israel di Sydney
LANGIT7.ID-Sydney; Sekelompok pria Muslim mendapat izin dari kepolisian untuk beribadah saat unjuk rasa di Sydney, sebelum mereka dibubarkan di tengah salat oleh aparat. Hal ini dikonfirmasi oleh Kepolisian New South Wales (NSW).

Konfirmasi ini muncul di tengah desakan publik agar kepolisian menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas tindakan anggotanya saat aksi Senin malam yang menolak kunjungan Presiden Israel, Isaac Herzog.

Aksi yang awalnya berlangsung damai berubah ricuh setelah sejumlah peserta berniat berbaris menuju Gedung Parlemen NSW—langkah yang dilarang berdasarkan Peraturan Pembatasan Perkumpulan Umum (PARD).

Rekaman dari lokasi kejadian memperlihatkan polisi membubarkan paksa sekelompok pria yang tengah melaksanakan salat.

Polisi NSW pada Kamis membenarkan bahwa para pria tersebut sebelumnya telah diberi izin untuk tetap beribadah.

"Kepolisian NSW kini mengetahui bahwa seorang perwira senior telah mengizinkan sekelompok demonstran Muslim untuk melanjutkan salat di Alun-Alun Balai Kota pada Senin malam," kata juru bicara kepolisian.

"Perwira senior tersebut tengah berupaya menyampaikan pesan itu kepada aparat lain yang sedang menjalankan perintah pembubaran di tengah situasi yang riuh, dinamis, dan bergerak cepat."
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya