Silaturahmi Lintas Negara
Cerita Arief Rahman, 17 Tahun Merajut Kekeluargaan Diaspora di Singapura Saat Ramadhan
Esti setiyowati
Rabu, 18 Februari 2026 - 08:31 WIB
Arief Rahman, seorang guru Bahasa Indonesia yang sudah menetap di Singapura selama 17 tahun. Foto: Arief Rahman dok.
Bagi para diaspora Indonesia, Ramadhan di negeri orang punya cerita tersendiri. Meski rasa rindu akan suasana kampung halaman tak terelakkan, namun semangat beribadah tetap membara.
Seperti yang dirasakan Arief Rahman, guru Bahasa Indonesia di Victoria School, sekolah menengah khusus laki-laki di Singapura.
Tujuh belas tahun sudah Arief dan keluarga membangun hidup di Negeri Singa. Memutar kembali ingatan ke Ramadhan pertama mereka di sana. Ia mengenang betapa sulitnya sekadar menemukan sepiring masakan khas Nusantara untuk berbuka.
Baca juga: Hukum Berpuasa tapi Tinggalkan Shalat Wajib 5 Waktu
Kala itu, komunitas perantau Indonesia belum seerat dan seramai sekarang, membuat suasana puasa Ramadhan terasa jauh lebih sunyi di tanah rantau.
"Dulu 17 tahun lalu masih sulit mencari makanan Indonesia dan diasporanya belum sebanyak sekarang. Jadi dulu waktu kangen masakan Indonesia, kami ke KBRI karena biasanya mereka suka open housemengadakan buka puasa bersama tiap weekend," kata Arief pada Langit7.id.
Momen kumpul di Kedutaan Besar RI (KBRI) ini dimanfaatkan Arief untuk berkenalan dengan para diaspora Indonesia.
Seperti yang dirasakan Arief Rahman, guru Bahasa Indonesia di Victoria School, sekolah menengah khusus laki-laki di Singapura.
Tujuh belas tahun sudah Arief dan keluarga membangun hidup di Negeri Singa. Memutar kembali ingatan ke Ramadhan pertama mereka di sana. Ia mengenang betapa sulitnya sekadar menemukan sepiring masakan khas Nusantara untuk berbuka.
Baca juga: Hukum Berpuasa tapi Tinggalkan Shalat Wajib 5 Waktu
Kala itu, komunitas perantau Indonesia belum seerat dan seramai sekarang, membuat suasana puasa Ramadhan terasa jauh lebih sunyi di tanah rantau.
"Dulu 17 tahun lalu masih sulit mencari makanan Indonesia dan diasporanya belum sebanyak sekarang. Jadi dulu waktu kangen masakan Indonesia, kami ke KBRI karena biasanya mereka suka open housemengadakan buka puasa bersama tiap weekend," kata Arief pada Langit7.id.
Momen kumpul di Kedutaan Besar RI (KBRI) ini dimanfaatkan Arief untuk berkenalan dengan para diaspora Indonesia.