home global news

Awal Puasa Ramadhan Kemungkinan Berbeda, Ini Penjelasan Menteri Agama

Selasa, 17 Februari 2026 - 13:50 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa sidang isbat tetap menjadi mekanisme resmi pemerintah dalam menetapkan awal Ramadhan 1447 Hijriah.

Seperti diketahui, hingga kini pemerintah belum mengumumkan secara resmi kapan dimulainya puasa Ramadhan, sementara Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadhan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Menag menjelaskan, secara historis sidang isbat selalu menjadi rujukan bangsa Indonesia dalam menentukan awal Ramadan dan Idul Fitri.

Dalam dua tahun terakhir memang terjadi dinamika perbedaan penentuan awal Ramadhan di tengah masyarakat, namun Kementerian Agama terus mencoba untuk mempertemukan.

"Kalau kita lihat sejarah bangsa Indonesia, memang sidang isbat selalu jadi faktor penentu lebaran dan puasa. Dalam dua tahun terakhir memang ada perkembangan dan perbedaan, tetapi kita berusaha menjadi media penyatu dalam penentuan hari penting keagamaan," ujar Menag, mengutip laman resmi Kemenag, Selasa (17/2/2026).

Baca juga:PP PERSIS Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

Ia menjelaskan bahwa perbedaan metode antara ormas Islam merupakan bagian dari khazanah fikih yang telah lama dikenal. Muhammadiyah, misalnya, dulu menggunakan hisab sebagai penentu utama dan rukyat sebagai konfirmasi. Sementara ormas Islam lainnya menjadikan rukyat sebagai dasar utama dengan dukungan hisab.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya