home global news

PPI Inisiasi Program Entaskan Stunting di NTB

Rabu, 13 Oktober 2021 - 13:15 WIB
Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) luncurkan program entaskan stunting di NTB. (Foto: Dok. PPI)
PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) atau PPI, melaksanakan program penurunan prevalensi stunting, yang menjadi program unggulan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL). Hal ini dilakukan mengingat stunting masih menjadi masalah gizi utama bagi balita dan anak-anak di Indonesia.

Kepala Sekretariat Perusahaan PPI, Syailendra, mengatakan program ini sebagai bentuk kontribusi nyata PPI untuk kesehatan Indonesia. Bantuan yang diberikan berupa telur, biskuit bayi, kacang hijau, daging ayam, daging sapi, dan beras.

"Sebagai bagian dari BUMN Klaster Pangan, PPI mendukung perbaikan gizi demi masa depan bangsa Indonesia yang lebih baik. PPI memahami bahwa anak-anak adalah potensi masa depan keluarga dan masyarakat sehingga dapat menjadi sebuah kekuatan baru bagi generasi penerus di masa mendatang," ujar Syailendra dalam keterangannya, Rabu (13/10).

Baca juga:Kemendes dan BKKBN Bahas Penanganan Stunting di Desa

Berdasarkan data, Syailendra menjelaskan angka prevalensi stunting di tahun 2019 masih sekitar 27% meskipun sudah menurun dibanding 37% pada tahun 2013. Namun demikian, Presiden Jokowi mencanangkan penurunan prevalensi stunting di angka 14% pada tahun 2024.

"NTB menjadi salah satu wilayah dengan prevalensi stunting tertinggi. Oleh karenanya, PPI berupaya membantu pemerintah, khususnya selaku BUMN sebagai agen pembangunan bagi pemerintah untuk memberikan sumbangsih bagi negeri," jelasnya.

Pada program ini, PPI Cabang Mataram juga terlibat aktif dalam penyediaan bantuan dan koordinasi dengan banyak pihak.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
ppi stunting balita anak-anak
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya