LANGIT7.ID, NTB - PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) atau PPI, melaksanakan program penurunan prevalensi stunting, yang menjadi program unggulan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL). Hal ini dilakukan mengingat stunting masih menjadi masalah gizi utama bagi balita dan anak-anak di Indonesia.
Kepala Sekretariat Perusahaan PPI, Syailendra, mengatakan program ini sebagai bentuk kontribusi nyata PPI untuk kesehatan Indonesia. Bantuan yang diberikan berupa telur, biskuit bayi, kacang hijau, daging ayam, daging sapi, dan beras.
"Sebagai bagian dari BUMN Klaster Pangan, PPI mendukung perbaikan gizi demi masa depan bangsa Indonesia yang lebih baik. PPI memahami bahwa anak-anak adalah potensi masa depan keluarga dan masyarakat sehingga dapat menjadi sebuah kekuatan baru bagi generasi penerus di masa mendatang," ujar Syailendra dalam keterangannya, Rabu (13/10).
Baca juga:
Kemendes dan BKKBN Bahas Penanganan Stunting di DesaBerdasarkan data, Syailendra menjelaskan angka prevalensi stunting di tahun 2019 masih sekitar 27% meskipun sudah menurun dibanding 37% pada tahun 2013. Namun demikian, Presiden Jokowi mencanangkan penurunan prevalensi stunting di angka 14% pada tahun 2024.
"NTB menjadi salah satu wilayah dengan prevalensi stunting tertinggi. Oleh karenanya, PPI berupaya membantu pemerintah, khususnya selaku BUMN sebagai agen pembangunan bagi pemerintah untuk memberikan sumbangsih bagi negeri," jelasnya.
Pada program ini, PPI Cabang Mataram juga terlibat aktif dalam penyediaan bantuan dan koordinasi dengan banyak pihak.
"Dengan dukungan dari PPI selaku BUMN, kami berharap kelak para bayi dan balita dapat tumbuh dengan baik dan dapat bermanfaat bagi generasi ke depan masyarakat di Lombok Barat secara khusus, dan NTB secara luas," ujar Firmansyah Saifullah, selaku Branch Manager PPI Cabang Mataram.
Baca juga:
PKK Sulsel - UNICEF Indonesia Perkuat Program Gizi untuk BalitaKepala Puskesmas Labuapi Lombok Barat, Rohayati, mengucapkan terima kasih kepada PPI yang telah memilih Lombok Barat, khususnya Labuapi sebagai lokasi, dalam pelaksanaan program stunting tersebut.
"Harapan kami semua adalah agar anak-anak tetap sehat, karena jika bermasalah dengan gizi, dapat menyebabkan anak sering sakit. Semoga program ini terus berlanjut dan semua mendapatkan manfaat dari program ini. Kami akan terus memantau pertumbuhan anak-anak, terutama yang mendapatkan bantuan agar terpantau perkembangannya," ucap Rohayati.
Sebagai informasi, perjuangan mengatasi stunting merupakan prioritas pembangunan pada tingkat nasional, propinsi sampai pada tingkat kabupaten. Program ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goal - SDG) nomor 2: Mengakhiri kelaparan, mencapai keamanan pangan dan meningkatkan gizi dan mempromosikan pertanian berkelanjutan.
Bantuan tersebut akan rutin disalurkan PPI setiap bulan selama satu tahun agar dapat melihat dan mengukur sejauh mana perkembangan keberhasilan program ini untuk menurunkan angka stunting, khususnya di Lombok Barat yang termasuk tinggi.
Tahun depan, program ini akan dilanjutkan dengan penyaluran bantuan TJSL untuk ibu hamil dan ibu menyusui.
(sof)