home global news

Dialog dengan Keluarga R. Soetedjo, Menteri Kebudayaan Dorong Pelestarian Warisan Musik R. Soetedjo

Sabtu, 21 Februari 2026 - 10:11 WIB
Dialog dengan Keluarga R. Soetedjo, Menteri Kebudayaan Dorong Pelestarian Warisan Musik R. Soetedjo
LANGIT7.ID-Jakarta; Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menerima audiensi keluarga almarhum R. Soetedjo di kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta. Pertemuan tersebut membahas kontribusi R. Soetedjo dalam sejarah musik nasional serta rencana pengembangan museum di Gedung Kesenian R. Soetedjo, Purwokerto.

Dalam kesempatan tersebut, Ario Prakoso, cucu R. Soetedjo, menyampaikan bahwa kehadiran keluarga bertujuan untuk memperkenalkan kembali kiprah almarhum sebagai salah satu pelopor musik dan orkestra di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa sejumlah karya R. Soetedjo, seperti “Tidurlah Intan” dan “Di Tepinya Sungai Serayu”, masih dikenal masyarakat.

“Kami ingin memperkenalkan kembali R. Soetedjo sebagai salah satu pelopor musik Indonesia. Banyak yang mengenal lagunya, tetapi belum tentu mengetahui peran dan kontribusinya dalam sejarah musik nasional,” ujar Ario dalam keterangan resmi, Sabtu (21/2/2026).

Hadir dalam audiensi, Artika, cucu R. Soetedjo, turut memaparkan hasil penelusuran keluarga terhadap riwayat dan dokumentasi almarhum. Ia menjelaskan bahwa R. Soetedjo pernah memimpin Orkes Studio Jakarta pada periode awal berdirinya serta memiliki kontribusi penting dalam perkembangan musik orkestra nasional. Setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, keluarga berhasil mengumpulkan sejumlah dokumen pendukung, termasuk arsip pendidikan, riwayat karier, dan publikasi terkait karya-karya beliau. “Saat ini kami telah mengumpulkan dokumen dan referensi yang dapat memperkuat pendokumentasian sejarah beliau,” jelas Artika.

Disamping itu, keluarga juga mengusulkan pengembangan Gedung Kesenian R. Soetedjo di Purwokerto sebagai ruang dokumentasi dan edukasi seni, termasuk pembentukan museum yang memuat arsip dan karya R. Soetedjo serta seniman lokal lainnya. Menurut keluarga, fasilitas gedung telah tersedia dan berada dalam pembinaan pemerintah daerah, sehingga berpotensi dikembangkan menjadi pusat literasi dan apresiasi musik.

“Kelak, museum ini bisa menjadi salah satu destinasi wisata juga di Purwokerto. Gedungnya sudah ada, namun kosong dan belum berfungsi maksimal. Kalau bisa dihidupkan seperti Lokananta, tentu akan memberi dampak yang baik bagi masyarakat,” ujar Artika.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Kebudayaan, Fadli Zon menyampaikan apresiasi atas inisiatif keluarga dalam mendokumentasikan dan merawat warisan budaya R. Soetedjo. Ia menilai kontribusi R. Soetedjo dalam pendirian dan kepemimpinan Orkes Studio Jakarta merupakan bagian penting dalam sejarah perkembangan musik Indonesia.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya