Prihatin Kondisi Pendidikan, Praktisi Adakan Pertemuan Tingkat Dunia
Ahmad zuhdi
Rabu, 13 Oktober 2021 - 17:05 WIB
Sejumlah siswa mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas pada hari pertama kembali masuk sekolah di SDN 3 Lhokseumawe, Aceh, Kamis (5/8/2021). (Foto: Antara/Rahmad/wsj)
Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan meningkatkan keprihatinan akan terjadinya keterputusan pendidikan yang menyebabkan melambatnya perkembangan anak. Hal ini menjadi perhatian para tokoh pendidikan yang kemudian berinisatif mengadakan pertemuan tingkat dunia.
Sejumlah tokoh nasional dan dunia akan bertemu dalam sebuah forum yang dinamai EdHeroes Asia Indonesia Chapter, di Jakarta pada pada 16 Oktober mendatang. Project Chairwoman EdHeroes Asia Indonesia Chapter, Farhannisa Nasution mengungkapkan, pertemuan ini bertujuan menghasilkan jawaban bagi dunia pendidikan keluar dari pandemi melalui gerakan yang berbasis paradigma baru.
"Saat ini anak-anak mengalami kerugian karena pandemi dan kebijakan yang mengikutinya. Kita tak bisa membiarkan anak-anak dalam problem keterputusan pendidikan tanpa mencari solusi," kata Farhannisa dalam keterangannya, Selasa (12/10).
Baca juga:PPI Inisiasi Program Entaskan Stunting di NTB
Menurut dia, selama pandemi terdapat potensi gangguan psikologis pada anak. Selain keterputusan pendidikan, terdapat bahaya gangguan mental dan emosional serta kasus-kasus kekerasan yang tidak terlaporkan.
Saat ini anak-anak di berbagai belahan dunia menghadapi krisis yang tak terduga dari sistem pendidikan yang gagap menghadapi wabah, sehingga tidak mengakomodir kebutuhan riil mereka. Maka forum ini diharapkan menjadi wadah bagi semua unsur yang peduli pendidikan, baik pemerintah maupun swasta, untuk bersama-sama menciptakan ekosistem pendidikan global yang lebih baik.
Forum EdHeroes ini juga diplot untuk membuka peluang lahirnya inovasi baru terkait dunia pendidikan di dalam dan pasca pandemi. Pakar pendidikan dari "Bernard van Leer Foundation" Belanda yang juga duduk sebagai Dewan Penasehat EdHeroes, Cecilia Vaca Jones, mengatakan, pandemi telah menunjukkan betapa cepat semua stakeholder beradaptasi.
Sejumlah tokoh nasional dan dunia akan bertemu dalam sebuah forum yang dinamai EdHeroes Asia Indonesia Chapter, di Jakarta pada pada 16 Oktober mendatang. Project Chairwoman EdHeroes Asia Indonesia Chapter, Farhannisa Nasution mengungkapkan, pertemuan ini bertujuan menghasilkan jawaban bagi dunia pendidikan keluar dari pandemi melalui gerakan yang berbasis paradigma baru.
"Saat ini anak-anak mengalami kerugian karena pandemi dan kebijakan yang mengikutinya. Kita tak bisa membiarkan anak-anak dalam problem keterputusan pendidikan tanpa mencari solusi," kata Farhannisa dalam keterangannya, Selasa (12/10).
Baca juga:PPI Inisiasi Program Entaskan Stunting di NTB
Menurut dia, selama pandemi terdapat potensi gangguan psikologis pada anak. Selain keterputusan pendidikan, terdapat bahaya gangguan mental dan emosional serta kasus-kasus kekerasan yang tidak terlaporkan.
Saat ini anak-anak di berbagai belahan dunia menghadapi krisis yang tak terduga dari sistem pendidikan yang gagap menghadapi wabah, sehingga tidak mengakomodir kebutuhan riil mereka. Maka forum ini diharapkan menjadi wadah bagi semua unsur yang peduli pendidikan, baik pemerintah maupun swasta, untuk bersama-sama menciptakan ekosistem pendidikan global yang lebih baik.
Forum EdHeroes ini juga diplot untuk membuka peluang lahirnya inovasi baru terkait dunia pendidikan di dalam dan pasca pandemi. Pakar pendidikan dari "Bernard van Leer Foundation" Belanda yang juga duduk sebagai Dewan Penasehat EdHeroes, Cecilia Vaca Jones, mengatakan, pandemi telah menunjukkan betapa cepat semua stakeholder beradaptasi.