Skenario Net-Zero Emission, 2060 Lindungi 3,2 Juta Hektar Hutan Primer
Mahmuda attar hussein
Rabu, 13 Oktober 2021 - 20:05 WIB
Hutan primer. Foto: Pixabay
Laporan “A Green Economyfor a Net Zero Future: How Indonesia Can Build BackBetter after Covid-19 with The Low Carbon Development Initiative” menyajikan skenario kebijakan PRK, termasuk upaya mencapai net-zero emission di Indonesia pada 2060.
Pertama, skenario net-zero emission mampu mewujudkan Visi Indonesia 2045 menjadi negara berpendapatan tinggi dengan target USD13.980-14.495. Kedua, penerapan program energi efisiensi, sejalan dengan peningkatan Energi Baru Terbarukan (EBT) untuk menekan pertumbuhan energy demand.
Ketiga, penggunaan EBT di sektor kelistrikan untuk mencapai net-zero emission. Keempat, skenario net-zero emission di sektor lahan mampu meningkatkan tutupan hutan sekunder dan melindungi hutan primer.
Baca juga: Menteri PPN Sebut Magelang Berpotensi Kembangkan Kopi
Pada 2060, upaya restorasi lahan dapat meningkatkan tutupan hutan sekunder seluas 4,1 juta ha dan melindungi 3,2 juta ha hutan primer. Kelima, skenario net-zero emission melalui PRK mampu menciptakan lapangan kerja baru hingga 7-10 kali lipat lapangan kerja lebih besar dibandingkan investasi konvensional. Selain itu, juga menciptakan 1,8-2,2 juta lapangan kerja di 2030.
Target Indonesia untuk mencapai net-zero emission pada 2060 merupakan capaian signifikan dalam upaya penanggulangan perubahan iklim. Tetapi, lebih jauh dari itu, penting memastikan Indonesia tidak terlambat untuk memulai transisi menuju ekonomi hijau.
“Penyatuan visi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan menjadi aspek penting dalam memastikan proses transisi yang adil menuju pencapaian net-zero emission dan ekonomi hijau di masa mendatang,” tutur Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa pada LCDI Week hari ketiga, Rabu (13/10).
Pertama, skenario net-zero emission mampu mewujudkan Visi Indonesia 2045 menjadi negara berpendapatan tinggi dengan target USD13.980-14.495. Kedua, penerapan program energi efisiensi, sejalan dengan peningkatan Energi Baru Terbarukan (EBT) untuk menekan pertumbuhan energy demand.
Ketiga, penggunaan EBT di sektor kelistrikan untuk mencapai net-zero emission. Keempat, skenario net-zero emission di sektor lahan mampu meningkatkan tutupan hutan sekunder dan melindungi hutan primer.
Baca juga: Menteri PPN Sebut Magelang Berpotensi Kembangkan Kopi
Pada 2060, upaya restorasi lahan dapat meningkatkan tutupan hutan sekunder seluas 4,1 juta ha dan melindungi 3,2 juta ha hutan primer. Kelima, skenario net-zero emission melalui PRK mampu menciptakan lapangan kerja baru hingga 7-10 kali lipat lapangan kerja lebih besar dibandingkan investasi konvensional. Selain itu, juga menciptakan 1,8-2,2 juta lapangan kerja di 2030.
Target Indonesia untuk mencapai net-zero emission pada 2060 merupakan capaian signifikan dalam upaya penanggulangan perubahan iklim. Tetapi, lebih jauh dari itu, penting memastikan Indonesia tidak terlambat untuk memulai transisi menuju ekonomi hijau.
“Penyatuan visi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan menjadi aspek penting dalam memastikan proses transisi yang adil menuju pencapaian net-zero emission dan ekonomi hijau di masa mendatang,” tutur Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa pada LCDI Week hari ketiga, Rabu (13/10).