home global news

Selat Hormuz Ditutup, Wakil Ketua Komisi VII Minta Pemerintah RI Antisipasi Dampak

Senin, 02 Maret 2026 - 13:30 WIB
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia meminta Pemerintah mengantisipasi dampak penutupan Selat Hormuz bagi Indonesia. Foto: fraksipkb.com
Perang Iran versus Amerika Serikat-Israel kian meluas. Kali ini Iran menutup Selat Hormuz yang merupakan jalur pelayaran strategis bagi perdagangan energi global.

Imbas dari penutupan Selat Hormuz tentu dirasakan secara global, termasuk Indonesia. Untuk itu Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia meminta Pemerintah mengantisipasi dampak penutupan Selat Hormuz bagi Indonesia.

Chusnunia menilai penutupan Selat Hormuz dan pembatasan kapal komersial di kawasan tersebut dinilai berpotensi mengganggu jalur perdagangan global, serta memicu kenaikan biaya logistik dalam waktu dekat.

"Selat Hormuz merupakan jalur strategis perdagangan global yang menjadi pintu keluar-masuk utama minyak dan komoditas dari kawasan Teluk yang artinya gangguan di jalur ini tidak hanya mempengaruhi perdagangan internasional," jelas Chusnunia dalam keterangan tertulis, Senin (2/3/2026).

Baca juga:Iran Menutup Selat Hormuz, 3 Kapal Tanker Inggris & AS Diserang Saat Coba Melintas

Dia juga menyebut situasi ini pasti berdampak kepada para pelaku usaha dimana situasi ini berpotensi pada peningkatan biaya perdagangan akibat eskalasi konflik.

"Dampaknya, biaya impor dan ekspor Indonesia berpotensi meningkat terlebih Indonesia, sebagai negara yang masih bergantung pada impor minyak mentah untuk memenuhi kebutuhan energinya," tambahnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya