Selat Hormuz Terkunci, Perang Iran vs Israel-AS Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia
Esti setiyowati
Selasa, 03 Maret 2026 - 15:16 WIB
Selat Hormuz Terkunci, Perang Iran vs Israel-AS Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia. Foto: Istimewa
Eskalasi konflik militer antara blok Amerika Serikat-Israel melawan Iran telah memicu guncangan hebat di pasar energi global.
Harga minyak mentah dunia tercatat naik selama tiga hari berturut-turut hingga Selasa pagi, menyusul ancaman serius terhadap jalur distribusi vital di Selat Hormuz yang meningkatkan kekhawatiran stabilitas pasokan energi dunia.
Pada perdagangan Selasa pukul 07.00 waktu Saudi, harga minyak mentah Brent melonjak menjadi $79,44 per barel atau naik 2,2 persen.
Baca juga: Ribuan Warga Amerika Terperangkap di Iran, Khawatir Jadi Sandera di Tengah Perang yang Makin Memanas
Sehari sebelumnya, kontrak ini bahkan sempat menyentuh level $82,37, angka tertinggi sejak Januari 2025.
Kondisi serupa terjadi pada minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS yang terkerek 1,6 persem ke posisi $72,40 per barel. Lonjakan ini merupakan kelanjutan dari reli perdagangan sesi sebelumnya yang ditutup menguat signifikan di atas 6 persen.
Fokus utama pasar saat ini tertuju pada Selat Hormuz, jalur perairan yang menjadi lintasan bagi sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia.
Harga minyak mentah dunia tercatat naik selama tiga hari berturut-turut hingga Selasa pagi, menyusul ancaman serius terhadap jalur distribusi vital di Selat Hormuz yang meningkatkan kekhawatiran stabilitas pasokan energi dunia.
Pada perdagangan Selasa pukul 07.00 waktu Saudi, harga minyak mentah Brent melonjak menjadi $79,44 per barel atau naik 2,2 persen.
Baca juga: Ribuan Warga Amerika Terperangkap di Iran, Khawatir Jadi Sandera di Tengah Perang yang Makin Memanas
Sehari sebelumnya, kontrak ini bahkan sempat menyentuh level $82,37, angka tertinggi sejak Januari 2025.
Kondisi serupa terjadi pada minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS yang terkerek 1,6 persem ke posisi $72,40 per barel. Lonjakan ini merupakan kelanjutan dari reli perdagangan sesi sebelumnya yang ditutup menguat signifikan di atas 6 persen.
Fokus utama pasar saat ini tertuju pada Selat Hormuz, jalur perairan yang menjadi lintasan bagi sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia.