Silaturahmi Lintas Negara
Ramadhan dalam Kesunyian, Cerita Duhita Kumala Berpuasa Sendiri di Polandia
Esti setiyowati
Kamis, 05 Maret 2026 - 08:00 WIB
Ramadhan dalam Kesunyian, Cerita Duhita Kumala Berpuasa Sendiri di Polandia. Foto: Dok pribadi.
Meninggalkan hiruk-pikuk Jakarta Utara demi mencari peruntungan di benua Eropa menjadi keputusan besar bagi Duhita Kumala. Lulusan Universitas Bunda Mulia ini telah mengarungi dunia sebagai waiter kapal sejak tahun 2019.
Kini, menetap dan berkarier di antara Polandia dan Jerman, Duhita membagikan kisahnya tentang keberanian melampaui batas negara demi mengejar karier internasional.
Baca juga:Antara Haugesund-Oslo, Ikatan Batin Ibu dan Anak Merajut Ramadhan di Norwegia
Kapal yang mengarungi Sungai Rhein menjadi saksi bisu perjuangan Duhita sebagai seorang waiter. Di atas aliran sungai terpanjang di Eropa itu, ia melewati Amsterdam, Basel, hingga Köln.
"Saat itu aku bekerja di kapal yang mengarungi Sungai Rhein, sungai terpanjang di Eropa. Kapalnya melewati banyak kota seperti Amsterdam, Rotterdam, Basel, Belgia, Köln," kata Duhita Kumala pada LANGIT7.ID.
Namun, tantangan terbesarnya bukanlah ombak, melainkan saat Ramadhan menyapa di tengah musim panas.
"Matahari baru terbenam pukul 21.30, sementara sahur sudah harus selesai pukul 02.00. Jadi durasi puasanya lama banget," kenangnya.
Kini, menetap dan berkarier di antara Polandia dan Jerman, Duhita membagikan kisahnya tentang keberanian melampaui batas negara demi mengejar karier internasional.
Baca juga:Antara Haugesund-Oslo, Ikatan Batin Ibu dan Anak Merajut Ramadhan di Norwegia
Kapal yang mengarungi Sungai Rhein menjadi saksi bisu perjuangan Duhita sebagai seorang waiter. Di atas aliran sungai terpanjang di Eropa itu, ia melewati Amsterdam, Basel, hingga Köln.
"Saat itu aku bekerja di kapal yang mengarungi Sungai Rhein, sungai terpanjang di Eropa. Kapalnya melewati banyak kota seperti Amsterdam, Rotterdam, Basel, Belgia, Köln," kata Duhita Kumala pada LANGIT7.ID.
Namun, tantangan terbesarnya bukanlah ombak, melainkan saat Ramadhan menyapa di tengah musim panas.
"Matahari baru terbenam pukul 21.30, sementara sahur sudah harus selesai pukul 02.00. Jadi durasi puasanya lama banget," kenangnya.