LaporCovid-19: Sejak Juni-14 Juli, 546 Isoman Meninggal Dunia
Muhajirin
Rabu, 14 Juli 2021 - 19:23 WIB
Sejumlah petugas dengan alat pelindung diri lengkap mengusung jenazah yang akan dimakamkan dengan protokol Covid-19 di lokasi pemakaman khusus di Kelurahan Maliaro, Kota Ternate, Maluku Utara, Selasa (13/7/2021). Foto: Antara/Harmoko Minggu/FBA/wsj.
Jumlah penderita Covid-19 isolasi mandiri (isoman) yang meninggal dunia mencapai 546 pasien. Angka tersebut dihitung sejak Juni hingga, 14 Juli 2021.
Data tersebut dipaparkan LaporCovid-19, yakni sebuah koalisi sipil yang menyediakan wadah bagi laporan warga. Penderita Covid-19 isoman yang meninggal paling banyak terjadi di Provinsi Jawa Barat, yakni mencapai 209 orang. Di posisi kedua Yogyakarta dengan 105 orang, Banten 65, dan Jawa Timur 63.
Data-data tersebut didapat LaporCovid-19 dari aduan warga, percakapan di media sosial, serta pemberitaan di media. "Angka tersebut tidak menggambarkan penambahan persis hari ini, karena temuan hasil lacak kematian tetap kami catat walaupun kejadian sudah lewat selama masih terjadi pada Juni," tulis LaporCovid-19 dikutip dari situs resminya, Rabu (14/7/2021).
Inisiator LaporCovid-19 Ahmad Arif mengatakan, tren kematian pasien ketika isolasi mandiri terjadi belakangan ini dan cukup intens. "Tren yang menarik belakangan ini adalah kematian ketika isolasi andiri mulai terjadi di luar Pulau Jawa seperti Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sumatera Barat," kata Arif melalui konferensi pers virtual, Senin (12/7/2021).
LaporCovid-19, kata dia, juga meyakini data kematian di luar fasilitas kesehatan tersebut lebih banyak dari yang terdeteksi. Menurut temuan LaporCovid-19, mayoritas kasus kematian saat isolasi mandiri terjadi karena penurunan saturasi oksigen mendadak.
"Ini hanya fenomena puncak gunung es karena tidak semuanya terlaporkan," ungkapnya.
Menurutnya, pasien sulit mendapatkan perawatan karena fasilitas kesehatan terlanjur penuh karena krisis lonjakan kasus Covid-19. Adapun penyebab lain, biasanya terjadi di kawasan perdesaan, pasien menolak ke rumah sakit karena khawatir didiagnosis terinfeksi Covid-19.
Data tersebut dipaparkan LaporCovid-19, yakni sebuah koalisi sipil yang menyediakan wadah bagi laporan warga. Penderita Covid-19 isoman yang meninggal paling banyak terjadi di Provinsi Jawa Barat, yakni mencapai 209 orang. Di posisi kedua Yogyakarta dengan 105 orang, Banten 65, dan Jawa Timur 63.
Data-data tersebut didapat LaporCovid-19 dari aduan warga, percakapan di media sosial, serta pemberitaan di media. "Angka tersebut tidak menggambarkan penambahan persis hari ini, karena temuan hasil lacak kematian tetap kami catat walaupun kejadian sudah lewat selama masih terjadi pada Juni," tulis LaporCovid-19 dikutip dari situs resminya, Rabu (14/7/2021).
Inisiator LaporCovid-19 Ahmad Arif mengatakan, tren kematian pasien ketika isolasi mandiri terjadi belakangan ini dan cukup intens. "Tren yang menarik belakangan ini adalah kematian ketika isolasi andiri mulai terjadi di luar Pulau Jawa seperti Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sumatera Barat," kata Arif melalui konferensi pers virtual, Senin (12/7/2021).
LaporCovid-19, kata dia, juga meyakini data kematian di luar fasilitas kesehatan tersebut lebih banyak dari yang terdeteksi. Menurut temuan LaporCovid-19, mayoritas kasus kematian saat isolasi mandiri terjadi karena penurunan saturasi oksigen mendadak.
"Ini hanya fenomena puncak gunung es karena tidak semuanya terlaporkan," ungkapnya.
Menurutnya, pasien sulit mendapatkan perawatan karena fasilitas kesehatan terlanjur penuh karena krisis lonjakan kasus Covid-19. Adapun penyebab lain, biasanya terjadi di kawasan perdesaan, pasien menolak ke rumah sakit karena khawatir didiagnosis terinfeksi Covid-19.