Fikih Wanita
Amalan Bagi Wanita Haid Mengejar Rahmat di 10 Hari Terakhir Ramadhan
Lusi mahgriefie
Jum'at, 06 Maret 2026 - 07:41 WIB
Ilustrasi: suara muslim
Di sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan memiliki keistimewaan terbesar yang disebut lailatul qadar yaitu malam diturunkannya AlQuran. Malam tersebut istimewa karena ia lebih baik dibandingkan 1.000 bulan.
Sebagaimana firman Allah SWT:
"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (AlQuran) pada malam kemuliaan. Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Para malaikat dan ar-Ruh (Jibril) turun dengan izin Rabb-nya untuk mengurus setiap urusan. Keselamatan pada malam itu hingga terbit fajar." (QS. Al-Qadr : 1-5)
Oleh karena itu, Nabi SAW lebih bersemangat untuk beribadah ketika memasuki 10 hari terakhir Ramadhan dalam rangka mencari lailatul qadar. Aisyah radhiyallahu 'anha berkata:
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasa ketika memasuki 10 Ramadhan terakhir, beliau kencangkan ikat pinggang (bersungguh-sungguh dalam ibadah), menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan istri-istrinya untuk beribadah." (HR. Al-Bukhari no. 2024 dan Muslim no. 1174).
Beliau pun juga memotivasi umatnya untuk mencari lailatul qadar terutama di malam-malam yang ganjil, sebagaimana sabda beliau shallallahu 'alaihi wa sallam,
"Carilah lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan." (HR. Al-Bukhari no. 2017)
Sebagaimana firman Allah SWT:
"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (AlQuran) pada malam kemuliaan. Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Para malaikat dan ar-Ruh (Jibril) turun dengan izin Rabb-nya untuk mengurus setiap urusan. Keselamatan pada malam itu hingga terbit fajar." (QS. Al-Qadr : 1-5)
Oleh karena itu, Nabi SAW lebih bersemangat untuk beribadah ketika memasuki 10 hari terakhir Ramadhan dalam rangka mencari lailatul qadar. Aisyah radhiyallahu 'anha berkata:
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasa ketika memasuki 10 Ramadhan terakhir, beliau kencangkan ikat pinggang (bersungguh-sungguh dalam ibadah), menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan istri-istrinya untuk beribadah." (HR. Al-Bukhari no. 2024 dan Muslim no. 1174).
Beliau pun juga memotivasi umatnya untuk mencari lailatul qadar terutama di malam-malam yang ganjil, sebagaimana sabda beliau shallallahu 'alaihi wa sallam,
"Carilah lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan." (HR. Al-Bukhari no. 2017)