LANGIT7.ID-, Jakarta - - Di sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan memiliki keistimewaan terbesar yang disebut
lailatul qadar yaitu malam diturunkannya AlQuran. Malam tersebut istimewa karena ia lebih baik dibandingkan 1.000 bulan.
Sebagaimana firman Allah SWT:
"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (AlQuran) pada malam kemuliaan. Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Para malaikat dan ar-Ruh (Jibril) turun dengan izin Rabb-nya untuk mengurus setiap urusan. Keselamatan pada malam itu hingga terbit fajar." (QS. Al-Qadr : 1-5)
Oleh karena itu, Nabi SAW lebih bersemangat untuk beribadah ketika memasuki 10 hari terakhir
Ramadhan dalam rangka mencari lailatul qadar. Aisyah radhiyallahu 'anha berkata:
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasa ketika memasuki 10 Ramadhan terakhir, beliau kencangkan ikat pinggang (bersungguh-sungguh dalam ibadah), menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan istri-istrinya untuk beribadah." (HR. Al-Bukhari no. 2024 dan Muslim no. 1174).
Beliau pun juga memotivasi umatnya untuk mencari lailatul qadar terutama di malam-malam yang ganjil, sebagaimana sabda beliau shallallahu 'alaihi wa sallam,
"Carilah lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan." (HR. Al-Bukhari no. 2017)
Baca juga: Hukum Mengganti Utang Puasa karena Haid, Lengkap dengan Tata Cara dan NiatAda beberapa amalan yang dapat dilakukan untuk mengisi 10 hari terakhir bulan Ramadhan, yaitu:
1. I'tikaf di MasjidI'tikaf adalah berdiam diri di masjid dengan melakukan ketaatan kepada Allah. Ketika seseorang melakukan i'tikaf maka ia mendekatkan diri kepada Allah SWT, menahan jiwanya untuk bersabar dalam ibadah, memutus hubungan dengan makhluk untuk berkomunikasi dengan Khaliq–nya, mengosongkan hati dari kesibukan dunia yang menghalanginya dari mengingat Allah SWT dan sibuk beribadah dengan melakukan dzikir, membaca AlQuran, shalat, berdoa, bertaubat, dan beristigfar.
2. Qiyamul LailDi antara amalan yang istimewa di 10 hari terakhir Ramadhan adalah bersungguh-sungguh dalam shalat malam, memperlama shalat dengan memperpanjang berdiri, ruku', dan sujud. Demikian pula memperbanyak bacaan AlQuran dan membangunkan keluarga dan anak-anak untuk bergabung melaksanakan shalat malam.
3. Membaca AlQuranHendaknya seseorang bersemangat untuk tilawah AlQuran karena Ramadhan merupakan waktu turunnya AlQuran. Demikian pula karena Nabi SAW menyetorkan bacaan AlQuran kepada Jibril ketika Ramadhan, sebagaimana hadits dari Fathimah ra,
"Sesungguhnya Jibril 'alaihis salam biasanya menyetorkan Alquran dengan Rasulullah sekali dalam setiap tahun. Akan tetapi, ia menyetorkan Alquran dua kali di tahun wafatnya Rasulullah.’ (HR. Muslim no. 2450)
4. ShadaqahDi antara amalan yang dianjurkan ketika bulan Ramadhan adalah ber-shadaqah. Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma beliau berkata,
"Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan manusia paling dermawan dengan kebaikan dan beliau lebih dermawan lagi ketika bulan Ramadhan. Sesungguhnya Jibril menemui beliau setiap tahun di bulan Ramadhan hingga berlalulah bulan Ramadhan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyetorkan bacaan Alquran kepada Jibril. Apabila beliau berjumpa dengan Jibril, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih dermawan dengan kebajikan melebihi angin yang berhembus." (HR. Al-Bukhari no. 3220).
Baca juga: Hukum Wanita Haid Membaca Al-Quran & Ibadah yang Bisa Dilakukan Selama Ramadhan5. Memperbanyak DoaHendaknya seseorang banyak berdoa di 10 hari terakhir Ramadhan karena jika doanya bertepatan dengan malam lailatul qadar maka doanya akan terkabul.
6. Bertaubat dan IstigfarDi antara amalan yang sangat dianjurkan untuk dilakukan di bulan Ramadhan adalah memperbanyak taubat dan istigfar karena bulan Ramadhan adalah bulan ampunan.
Bagaimana dengan Wanita Haid?Betapa besar rahmat dan ampunan Allah SWT. Istimewanya lagi, di 10 hari terakhir Ramadhan kita seakan diberi kesempatan sebesar-besarnya untuk menjemput dan meraihnya. Tapi bagaimana jika seorang wanita sedang haid di waktu itu? Apakah akan kehilangan kesempatan begitu saja, mengingat wnaita yang sedang haid tidak diperbolehkan puasa dan shalat.
Haid merupakan kodrat seorang wanita, sebagaimana sabda Rasulullah SAW kepada 'Aisyah radhiyallahu 'anha,
"Haid merupakan keadaan yang Allah tetapkan untuk anak perempuan Adam." (HR.Al- Bukhari 294, Muslim 1211, dan yang lainnya)
Oleh karena itu, hendaknya seorang muslimah bersabar dalam menerima ketetapan dari Allah tersebut. Meskipun, ia tidak boleh melakukan puasa dan shalat, tetapi wanita yang haid dapat melakukan ibadah-ibadah lain yang tak kalah besar pahalanya.
Ibadah tersebut antara lain adalah berdzikir, sedekah, memperbanyak doa, membaca AlQuran tanpa menyentuhnya. Serta memperbanyak taubat, dan istigfar.
(lsi)