Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 27 Mei 2026
home lifestyle muslim detail berita
Fikih Wanita

Hukum Wanita Haid Membaca Al-Quran & Ibadah yang Bisa Dilakukan Selama Ramadhan

lusi mahgriefie Senin, 23 Februari 2026 - 08:49 WIB
Hukum Wanita Haid Membaca Al-Quran & Ibadah yang Bisa Dilakukan Selama Ramadhan
Ilustrasi: ist
LANGIT7.ID-, Jakarta - - Wanita yang sedang haid tidak diperbolehkan menjalani ibadah puasa Ramadhan dan juga shalat. Lalu bagaimana dengan membaca Al-Quran, bagaimana hukumnya bagi wanita haid?

Dalam Al-Quran, haid disebut sebagai 'adza, yaitu sesuatu yang menimbulkan rasa sakit tapi bukan penyakit. Selama mengalami masa haid, seorang wanita dibebaskan dari kewajiban sholat, puasa Ramadhan dan dilarang untuk menyentuh mushaf.

Ada perbedaan pendapat dari para ulama. Dalam madzhab Syafii ulama sepakat bahwa wanita yang haid/nifas tidak diperkenankan menyentuh atau membawa mushaf. Tapi sebagian lain membolehkan membaca Al-Quran (tanpa menyentuhnya) dengan niat dzikir, doa, atau mempelajarinya.

Mengenai hal ini I'anatuth Thalibin menjelaskan sebagai berikut, diterjemahkan:

"Apabila ada tujuan berdzikir saja atau berdoa, atau mencari berkah atau menjaga hafalan, atau tanpa tujuan apa pun (selama tidak berniat membaca Al-Quran) maka (membaca Al-Quran bagi perempuan haid) tidak diharamkan.
Karena ketika dijumpai suatu qarinah, maka yang dibacanya itu bukanlah Al-Quran kecuali jika memang dia sengaja berniat membaca Al-Quran. Walaupun bacaan itu sesungguhnya adalah bagian dari Al-Quran semisal surat Al-Ikhlas."

Ibadah yang Bisa Dilakukan Wanita Haid Saat Ramadhan

Apabila tidak diperbolehkan puasa, shalat dan membaca Al-Quran lalu bagaimana cara wanita tetap beribadah di masa haid? Mengingat bulan suci adalah bulan dilimpahkannya pahala bagi yang beribadah, dan tentunya siapapun tidak au melewati kesempatan ini.

Anggota Komisi Fatwa MUI, KH DR Fatihun Nada, mengatakan, ada beberapa hal yang bisa menjadi solusi bagi perempuan haid agar bisa lebih meningkatkan nilai spiritual keagamaan kala Ramadhan.

Berikut amalannya:

1. Memperbanyak dzikir dan sholawat

Melantunkan sholawat dan dzikir bukanlah larangan saaat dalam kondisi haid. Dengan memperbanyak dzikir dan sholawat justru akan mendapat ketenangan jiwa dan memperbanyak pahala. Perempuan bisa mengamalkan sebanyak-banyaknya kalimat thayyibah seperti tahmid, tasbih, takbir, dan lainnya sebagi amalan pengganti shalat.

Rasulullah SAW bersabda: "Bertasbih 100 kali maka ditulislah untuknya 1000 kebaikan atau dihapus darinya 1000 kesalahan." (HR Imam Muslim).

2. Murajaah atau pengulangan hafalan Al-Quran

Yang diharamkan saat sedang haid adalah menyentuh dan membawa mushaf Alquran. Kendati demikian, larangan perempuan menyentuh mushaf saat haid, tidak menjadikan dirinya terhalang mendapat pahala membaca Al-Quran.

Perempuan tetap bisa mendapat pahala membaca Al-Quran dengan melakukan murajaah hafalan atau membaca Al-Quran terjemah sebagai pengganti amalan membaca Al-Quran.

Abu Hurairah RA, ia berkata:

"Rasulullah SAW. bersabda: Tidaklah suatu kaum berkumpul dalam salah satu rumah dari rumah-rumah Allah (masjid), untuk membaca Al-Quran dan mempelajarinya, kecuali akan diturunkan kepada mereka ketenangan, dan mereka dilingkupi rahmat Allah, para malaikat akan mengelilingi mereka dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di hadapan makhluk-Nya yang berada didekat-Nya (para malaikat)." (HR. Muslim)

InsyaAllah, dengan mendengarkan dan murajaah Al-Quran muslimah tetap bisa mendulang pahala di bulan Ramadhan, mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan mendapatkan ketenangan hati.

Baca juga: Boleh Mesra dengan Pasangan di Bulan Ramadhan, Asalkan...

3. Istiqamah istighfar

Istighfar merupakan serangkaian amalan yang juga mendekatkan diri kita kepada Allah SWT. Haid tidak menjadikan halangan bagi perempuan untuk terus mengamalkan istighfar.

Dalam haditsnya, Rasulullah SAW menjelaskan 3 keutamaan bagi seseorang yang istiqamah dalam membaca istighfar. Bunyi haditsnya sebagaimana berikut:

"Barangsiapa yang istikamah membaca Istighfar, maka Allah akan memberinya jalan keluar dari setiap kesulitan, Allah akan memberinya kebahagiaan dari setiap kesusahan, dan Allah akan memberinya rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka." (HR Imam Abu Dawud).

4. Menjaga kebersihan

Banyak perempun yang masih lalai dalam menjaga kebersihan tubuhnya selama masa haid. Bahkan beberapa perempuan sampai enggan untuk menyisir rambutnya atau tidak memotong kukunya dengan alasan haram. Padahal semuanya hanyalah mitos belaka.

Islam justru mengajarkan kita untuk selalu menjaga kebersihan dalam kondisi apapun.

Disebutkan dalam hadits dari Aisyah, bahwa ketika Aisyah mengikuti haji bersama Nabi SAW sesampainya di Makkah beliau mengalami haid. Kemudian Nabi SAW bersabda kepadanya:

"Tinggalkan umrahmu, lepas ikatan rambutmu dan ber-sisir-lah…" (HR Bukhari 317 & Muslim 1211)

Baca juga: Siapa yang Boleh Tidak Berpuasa & Hukum Konsumsi Obat Penghalang Haid Saat Ramadhan

5. Memberi Makan kepada Orang yang Berpuasa

Amalan ini adalah salah satu yang sangat dianjurkan di bulan Ramadhan. Perempuan yang sedang haid dapat berkontribusi dengan menyiapkan makanan untuk berbuka bagi keluarga, tetangga, atau orang yang membutuhkan.

Rasulullah SAW bersabda:

"Barangsiapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga." (HR Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5: 192, Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Dengan memberikan makanan untuk berbuka, perempuan yang sedang haid tetap bisa meraih pahala tanpa harus menjalankan puasa sendiri.

6. Senantiasa Bersedekah

Sedekah memiliki keutamaan yang luar biasa, baik bagi pemberi maupun penerimanya. Salah satu keistimewaan sedekah adalah bahwa ia tidak terikat oleh waktu atau kondisi tertentu, sehingga bisa dilakukan kapan saja dan dalam berbagai bentuk.

Meskipun perempuan sedang haid tidak dapat melaksanakan ibadah puasa dan shalat, mereka tetap bisa memperoleh pahala melalui sedekah. Di bulan Ramadan, keutamaan sedekah semakin besar. Rasulullah SAW bersabda:

"Jagalah diri kalian dari neraka meskipun hanya dengan sedekah setengah biji kurma. Barangsiapa yang tidak mendapatkannya, maka ucapkanlah perkataan yang baik." (HR. Bukhari no. 1413, 3595 dan Muslim no. 1016)

Hadis ini mengajarkan bahwa memberi sedekah, meskipun sedikit, bisa menjadi penyelamat dari api neraka. Bahkan, jika tidak ada yang bisa diberikan, perkataan yang baik pun bisa menjadi bentuk sedekah.

Dengan demikian, jelas adanya bahwa wanita haid tidak berarti penurunan iman karena keterbatasan beberapa ibadah.

"Tetapi justru menjadi peluang peningkatan iman," kata Kiai Fatihun yang juga dosen di Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Syarif Hidayatullah itu.

(lsi)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 27 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)