home edukasi & pesantren

Kisah Soekarno Nyantri Kepada Pendiri Gontor Saat di Bengkulu

Rabu, 14 Juli 2021 - 19:57 WIB
Presiden RI pertama Soekarno sedang berdoa (foto: LIFE)
Cucu salah satu pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor, Prof. Dr. Husnan Bey Fananie menceritakan bahwa Presiden pertama RI Ir Soekarno pernah belajar Islam secara langsung kepada kakeknya KH Zainuddin Fananie saat berada di Bengkulu.

Husnan mengatakan Zainuddin Fananie adalah kader Muhammadiyah. Dia mengikuti gerakan-gerakan keormasan Muhammadiyah di Yogyakarta. Beliau juga belajar di salah madrasah yang didirikan oleh Muhammadiyah di Yogyakarta.

“Pada tahun 1925 beliau dikirim ke Sumatera menjadi kader Muhammadiyah untuk berdakwah dan mendirikan cabang-cabang di sana. Beliau bertiga, Zainuddin Fananie untuk Sumatera bagian selatan, Malik Siddiq di Sumatera Tengah, dan Buya Hamka di Deli, Medan Aceh, hingga Padang. Ketiganya ini adalah kader Muhammadiyah yang mendirikan Muhammadiyah se-Sumatera. Yang paling tua dari tiga tokoh ini adalah Pak Fananie, karena lahir pada 1905. Buya Hamka pada 1908, Malik Siddiq 1907,” tutur Husnan.

Saat di Sumatera, KH Zainuddin Fananie berkeliling Sumatera untuk mendirikan cabang Muhammadiyah. Mulai dari Palembang, Pagar Alam, hingga Bengkulu.

Di daerah itulah kisah pertemuan KH Zainuddin Fananie dengan Bung Karno. Pada 1930, saat Bung Karno dibuang Belanda ke Bengkulu, dia bertemu dengan Ketua Muhammadiyah Bengkulu, Hasan Din. Bung Karno datang untuk belajar Islam dan ke-Muhammadiyah-an.

“Tapi Hasan ini bilang, Jangan belajar sama saya, belajar sama Tuan Guru saya, beliau adalah KH Zainuddin Fananie. Setiap bulan dia akan ke Bengkulu. Nanti Bung akan ketemu dengan beliau. Maka bertemulah Bung Karno dengan Fananie pada tahun 30-an dan belajar Islam,” kata Husnan.

Selain orang kepercayaan KH Zainuddin Fananie untuk memimpin Muhammadiyah Bengkulu, Hasan Din juga merupakan ayah dari Fatmawati. Saat Bung Karno melamar Fatmawati, KH Zainuddin Fananie yang menjadi perantara dan menjadi saksi.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
muhammadiyah trimurti gontor soekarno kh zainuddin fananie
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya