Dewan Keamanan PBB Akan Menggelar Voting Resolusi Konflik Iran dan Israel-Amerika
Lusi mahgriefie
Rabu, 11 Maret 2026 - 11:33 WIB
Duta Besar Iran, Amir Saeid Iravani, menggambarkan rancangan negara-negara Teluk tersebut sebagai bermotif politik dan bias. Foto: Reuters via BBC
Konflik akibat perang Iran melawan Israel dan Amerika Serikat semakin meluas menyusul peluncuran operasi militer AS dan Israel terhadap target-target Iran. Tak tinggal diam, Dewan Keamanan PBB akan melakukan pemungutan suara mengenai rancangan resolusi dari konflik tersebut.
Dewan Keamanan PBB dijadwalkan hari ini melakukan voting perihal rancangan resolusi yang saling bertentangan, terkait perang di Iran dan dampaknya di seluruh kawasan.
Langkah pertama, yang diajukan oleh negara-negara Teluk, yaitu mengutuk serangan Iran terhadap mereka dan Yordania.
Rusia yang mnejadi sekutu Iran di dewan, telah mengajukan rancangan tandingan. Tanpa menyebut nama Iran, Israel, atau AS, teks tersebut mengutuk semua serangan terhadap warga sipil dan mendesak semua pihak untuk menghentikan pertempuran dan kembali ke perundingan.
Baca juga:Syarat Mutlak! Iran Hanya Buka Selat Hormuz untuk Negara yang Berani Usir Diplomat AS & Israel
Melansir BBC, Rabu (11/3/2026), ini adalah tindakan pertama yang dipertimbangkan oleh dewan sejak mengadakan pertemuan darurat tak lama setelah konflik meletus.
Saat itu, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan bahwa serangan udara Israel-AS terhadap Iran, dan serangan balasan Iran terhadap negara-negara di kawasan tersebut merupakan pelanggaran terhadap piagam PBB. (*/lsi/bbc)
Dewan Keamanan PBB dijadwalkan hari ini melakukan voting perihal rancangan resolusi yang saling bertentangan, terkait perang di Iran dan dampaknya di seluruh kawasan.
Langkah pertama, yang diajukan oleh negara-negara Teluk, yaitu mengutuk serangan Iran terhadap mereka dan Yordania.
Rusia yang mnejadi sekutu Iran di dewan, telah mengajukan rancangan tandingan. Tanpa menyebut nama Iran, Israel, atau AS, teks tersebut mengutuk semua serangan terhadap warga sipil dan mendesak semua pihak untuk menghentikan pertempuran dan kembali ke perundingan.
Baca juga:Syarat Mutlak! Iran Hanya Buka Selat Hormuz untuk Negara yang Berani Usir Diplomat AS & Israel
Melansir BBC, Rabu (11/3/2026), ini adalah tindakan pertama yang dipertimbangkan oleh dewan sejak mengadakan pertemuan darurat tak lama setelah konflik meletus.
Saat itu, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan bahwa serangan udara Israel-AS terhadap Iran, dan serangan balasan Iran terhadap negara-negara di kawasan tersebut merupakan pelanggaran terhadap piagam PBB. (*/lsi/bbc)