Blokade Selat Hormuz: Hak Kedaulatan Iran dan Standar Ganda Koalisi 22 Negara
Tim langit 7
Rabu, 25 Maret 2026 - 13:16 WIB
Blokade Selat Hormuz: Hak Kedaulatan Iran dan Standar Ganda Koalisi 22 Negara
Oleh: Anwar Abbas
LANGIT7.ID-Dunia internasional saat ini sedang menyoroti langkah provokatif dari koalisi 22 negara yang terdiri dari kekuatan besar seperti Inggris, Prancis, Jerman, Jepang, hingga Kanada dan Australia. Dengan dalih mengamankan jalur pasokan minyak global, koalisi ini sepakat untuk mengamankan Selat Hormuz dan mengancam akan menindak tegas Iran. Namun, langkah militeristik ini justru memunculkan pertanyaan besar: apakah tekanan fisik akan menyelesaikan masalah, atau justru memperkeruh api konflik di Timur Tengah?
Upaya menekan Iran agar merasa takut jelas bukan solusi jangka panjang. Jika koalisi ini benar-benar menjunjung tinggi keadilan dan ingin stabilitas kawasan terwujud, mereka seharusnya tidak hanya melihat hilir persoalan, tetapi berani membedah hulu atau akar penyebab mengapa Iran memilih untuk melakukan blokade di Selat Hormuz.
Ancaman Nyata dari Pangkalan Militer AS
Akar masalah yang sering diabaikan oleh dunia internasional adalah ancaman keamanan yang nyata di depan mata Iran. Iran menyadari sepenuhnya bahwa peluru-peluru kendali yang sewaktu-waktu bisa menghantam wilayah mereka berasal dari jaringan pangkalan militer Amerika Serikat (AS) yang mengepung kawasan tersebut.
Pangkalan-pangkalan militer ini tersebar di negara-negara Teluk seperti Qatar, Bahrain, Kuwait, Arab Saudi, Irak, dan Uni Emirat Arab. Bagi sebuah negara yang merdeka dan berdaulat, keberadaan pangkalan tempur asing di teras rumah sendiri adalah ancaman eksistensial yang tidak mungkin didiamkan.
LANGIT7.ID-Dunia internasional saat ini sedang menyoroti langkah provokatif dari koalisi 22 negara yang terdiri dari kekuatan besar seperti Inggris, Prancis, Jerman, Jepang, hingga Kanada dan Australia. Dengan dalih mengamankan jalur pasokan minyak global, koalisi ini sepakat untuk mengamankan Selat Hormuz dan mengancam akan menindak tegas Iran. Namun, langkah militeristik ini justru memunculkan pertanyaan besar: apakah tekanan fisik akan menyelesaikan masalah, atau justru memperkeruh api konflik di Timur Tengah?
Upaya menekan Iran agar merasa takut jelas bukan solusi jangka panjang. Jika koalisi ini benar-benar menjunjung tinggi keadilan dan ingin stabilitas kawasan terwujud, mereka seharusnya tidak hanya melihat hilir persoalan, tetapi berani membedah hulu atau akar penyebab mengapa Iran memilih untuk melakukan blokade di Selat Hormuz.
Ancaman Nyata dari Pangkalan Militer AS
Akar masalah yang sering diabaikan oleh dunia internasional adalah ancaman keamanan yang nyata di depan mata Iran. Iran menyadari sepenuhnya bahwa peluru-peluru kendali yang sewaktu-waktu bisa menghantam wilayah mereka berasal dari jaringan pangkalan militer Amerika Serikat (AS) yang mengepung kawasan tersebut.
Pangkalan-pangkalan militer ini tersebar di negara-negara Teluk seperti Qatar, Bahrain, Kuwait, Arab Saudi, Irak, dan Uni Emirat Arab. Bagi sebuah negara yang merdeka dan berdaulat, keberadaan pangkalan tempur asing di teras rumah sendiri adalah ancaman eksistensial yang tidak mungkin didiamkan.