Bagaimana Pakistan Bisa Jadi Mediator di Tengah Perang AS-Iran?
Lusi mahgriefie
Selasa, 31 Maret 2026 - 15:10 WIB
Pakistan telah melakukan upaya diplomatik dengan memposisikan diri sebagai negosiator dalam perang AS-Iran. Sumber: Getty Images via BBC
Pakistan menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi perundingan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, guna mengakhiri perang yang sedang berlangsung. Tentu hal ini mengejutkan banyak pihak, kenapa Pakistan menjadi mediator sementara tengah berkonflik dengan Afghanistan dan India?
Klaim Pakistan sebagai mediator tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, pekan ini. "Pakistan sangat senang bahwa Iran maupun AS telah menyatakan kepercayaan mereka kepada kami untuk memfasilitasi dialog ini," ujarnya dalam sebuah tayangan televisi, Minggu (29/3).
Dar menambahkan, Pakistan merasa terhormat untuk menjamu dan memfasilitasi pembicaraan yang bermakna bagi kedua belah pihak guna mencapai penyelesaian komprehensif atas konflik yang sedang berlangsung.
Reaksi atas pernyataan tersebut yaitu muncul pertanyaan tentang bagaimana sebuah negara dalam hal ini Pakistan, yang terlibat konflik dengan dua negara tetangganya yaitu Afghanistan dan India, memposisikan dirinya sebagai pembawa perdamaian.
Saat ini negara tersebut sedang membombardir Afghanistan dan ketegangan dengan India menyebabkan kekhawatiran akan eskalasi nuklir.
Baca juga:Makin Garang, Kini Spanyol Tutup Wilayah Udara Bagi Pesawat AS yang Terkait Perang Iran
Pakistan sejauh ini telah berjalan di atas tali tipis antara Iran dan AS, menyampaikan pesan antara kedua pihak, menerima kunjungan menteri luar negeri dari negara-negara Muslim lain yang prihatin, dan melakukan komunikasi diplomatik. Namun, tindakan penyeimbangan ini bukanlah tanpa risiko.
Klaim Pakistan sebagai mediator tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, pekan ini. "Pakistan sangat senang bahwa Iran maupun AS telah menyatakan kepercayaan mereka kepada kami untuk memfasilitasi dialog ini," ujarnya dalam sebuah tayangan televisi, Minggu (29/3).
Dar menambahkan, Pakistan merasa terhormat untuk menjamu dan memfasilitasi pembicaraan yang bermakna bagi kedua belah pihak guna mencapai penyelesaian komprehensif atas konflik yang sedang berlangsung.
Reaksi atas pernyataan tersebut yaitu muncul pertanyaan tentang bagaimana sebuah negara dalam hal ini Pakistan, yang terlibat konflik dengan dua negara tetangganya yaitu Afghanistan dan India, memposisikan dirinya sebagai pembawa perdamaian.
Saat ini negara tersebut sedang membombardir Afghanistan dan ketegangan dengan India menyebabkan kekhawatiran akan eskalasi nuklir.
Baca juga:Makin Garang, Kini Spanyol Tutup Wilayah Udara Bagi Pesawat AS yang Terkait Perang Iran
Pakistan sejauh ini telah berjalan di atas tali tipis antara Iran dan AS, menyampaikan pesan antara kedua pihak, menerima kunjungan menteri luar negeri dari negara-negara Muslim lain yang prihatin, dan melakukan komunikasi diplomatik. Namun, tindakan penyeimbangan ini bukanlah tanpa risiko.