Kemenparekraf Gelar Konferensi Internasional, Perkuat Pariwisata Danau Toba
Mahmuda attar hussein
Jum'at, 15 Oktober 2021 - 15:23 WIB
Konferensi internasional danau Toba. Foto: Kemenparkraf
Dalam rangka penguatan produk wisata Danau Toba agar bertaraf internasional, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menggelar International Conference Heritage of Toba: Natural & Cultural Diversity di TB Silalahi Center.
Konferensi internasional yang merupakan kolaborasi antara Kemenparekraf dengan Kompas ini, bertujuan agar Danau Toba sebagai destinasi super prioritas dan juga bagian dari UNESCO Geopark Global dapat semakin mendunia.
“Untuk menjaga keberlanjutan dan melestarikan aset dunia, Toba perlu menyatukan visi, berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan. Sehingga dapat memberikan dampak positif ekonomi, lingkungan, dan kesejahteraan bagi masyarakat dengan program yang tepat manfaat, tepat sasaran, dan tepat waktu,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, saat membuka konferensi internasional Heritage of Toba, secara daring, Rabu (13/10).
Baca juga: Sandiaga Ajak Anggota Uni Eropa Bersinergi Geliatkan Sektor Parekraf
Dengan begitu, lanjut Sandi, diharapkan kegiatan ini dapat menciptakan inovasi dan terobosan baru dalam pengembangan destinasi super prioritas Danau Toba. Sehingga, dapat menjadi salah satu destinasi pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan lingkungan.
Dalam kesempatan itu, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan (Events) Kemenparekraf, Rizki Handayani menjelaskan, konferensi internasional ini dilakukan sebagai sarana diskusi. Selain itu, juga mencari berbagai solusi kedepan untuk mempertahankan dan menguatkan produk wisata yang ada di Toba.
Hal itu dilakukan dengan mengedepankan kearifan lokal dan pelestarian lingkungan. Sehingga wisatawan tidak hanya datang untuk berwisata tapi juga memberikan kontribusi dalam pemanfaatan lingkungan, pengembangan, dan konservasi budaya.
Konferensi internasional yang merupakan kolaborasi antara Kemenparekraf dengan Kompas ini, bertujuan agar Danau Toba sebagai destinasi super prioritas dan juga bagian dari UNESCO Geopark Global dapat semakin mendunia.
“Untuk menjaga keberlanjutan dan melestarikan aset dunia, Toba perlu menyatukan visi, berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan. Sehingga dapat memberikan dampak positif ekonomi, lingkungan, dan kesejahteraan bagi masyarakat dengan program yang tepat manfaat, tepat sasaran, dan tepat waktu,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, saat membuka konferensi internasional Heritage of Toba, secara daring, Rabu (13/10).
Baca juga: Sandiaga Ajak Anggota Uni Eropa Bersinergi Geliatkan Sektor Parekraf
Dengan begitu, lanjut Sandi, diharapkan kegiatan ini dapat menciptakan inovasi dan terobosan baru dalam pengembangan destinasi super prioritas Danau Toba. Sehingga, dapat menjadi salah satu destinasi pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan lingkungan.
Dalam kesempatan itu, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan (Events) Kemenparekraf, Rizki Handayani menjelaskan, konferensi internasional ini dilakukan sebagai sarana diskusi. Selain itu, juga mencari berbagai solusi kedepan untuk mempertahankan dan menguatkan produk wisata yang ada di Toba.
Hal itu dilakukan dengan mengedepankan kearifan lokal dan pelestarian lingkungan. Sehingga wisatawan tidak hanya datang untuk berwisata tapi juga memberikan kontribusi dalam pemanfaatan lingkungan, pengembangan, dan konservasi budaya.