home global news

Iran Tolak Rencana 15 Poin dari Amerika untuk Akhiri Perang, Dinilai Tidak Logis

Selasa, 07 April 2026 - 17:05 WIB
Foto: ist
Juru Bicara Kementerian Luar NegeriIran, Esmaeil Baghaei memastikan Teheran tidak akan pernah menerima rencana 15 poin yang diajukan oleh Amerika Serikat (AS) bulan lalu.

"Beberapa hari yang lalu, mereka mengajukan usulan melalui perantara, dan rencana 15 poin AS tercermin melalui Pakistan dan beberapa negara sahabat lainnya," kata Baghaei. "Usulan seperti itu sangat ambisius, tidak biasa, dan tidak logis."

Ia menyatakan bahwa Teheran telah menyelesaikan tuntutannya di tengah usulan baru-baru ini untuk mengakhiri perang, tetapi hanya akan mengungkapkannya ketika waktunya tepat.

Ia menekankan bahwa Iran tidak akan tunduk pada tekanan, lapor kantor berita IRNA. Bahkan Baghaei menegaskan bahwa Iran memiliki rencananya sendiri.

"Berdasarkan kepentingan kami sendiri, berdasarkan pertimbangan kami sendiri, kami telah merumuskan serangkaian tuntutan yang kami miliki dan tetap miliki," katanya sebagaimana melansir Aljazeera, Selasa (7/4/2026).

Baghaei juga membantah anggapan bahwa keterlibatan dengan mediator menandakan kelemahan.

Upaya diplomatik terbaru oleh Pakistan ini terjadi di tengah meningkatnya permusuhan yang telah menimbulkan kekhawatiran akan gangguan terhadap pengiriman melalui Selat Hormuz, jalur penting untuk pasokan bahan bakar global. Lebih dari 20 persen minyak dan gas dunia melewati jalur air tersebut, yang tetap berada di bawah blokade de facto Iran.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya