Iran Setuju Gencatan Senjata 2 Pekan, Sekaligus Klaim Kemenangan Atas Amerika
Lusi mahgriefie
Rabu, 08 April 2026 - 10:01 WIB
Foto: ist
Iran mengatakan telah menerima gencatan senjata selama dua minggu. Kesepakatan yang dicapai atas persetujuan Pemimpin Tertinggi, Mojtaba Khamenei itu merupakan "kemenangan" bagi Iran.
Teheran mengklaim gencatan senjata tercapai setelah Trump mau menerima 10 poin tuntutanIran.
Hal tersebut dipublikasikan melalui pernyataan resmi oleh Mehr News Agency, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran. Dewan inimengonfirmasi kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu yang dilaporkan dimediasi oleh Pakistan tersebut.
Rencana 10 poin tersebut di antaranya, mengizinkan "lintasan teratur melalui Selat Hormuz di bawah koordinasi Angkatan Bersenjata Iran," yang menurut dewan akan memberikan negara tersebut "kedudukan ekonomi dan geopolitik yang unik". Sebagaimana melansir Hindustan Times, Rabu (8/4/2026).
Negosiasi akan dimulai pada hari Jumat di Islamabad, Pakistan, setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan, ia akan menangguhkan serangan dengan syarat Teheran setuju untuk sepenuhnya membuka kembali Selat Hormuz.
Selama gencatan senjata, Iran dan AS akan memulai negosiasi yang diharapkan bisa mengakhiri perang yang sudah berlangsung sejak 28 Februari lalu ini.
Baca juga:Iran Tolak Rencana 15 Poin dari Amerika untuk Akhiri Perang, Dinilai Tidak Logis
Teheran mengklaim gencatan senjata tercapai setelah Trump mau menerima 10 poin tuntutanIran.
Hal tersebut dipublikasikan melalui pernyataan resmi oleh Mehr News Agency, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran. Dewan inimengonfirmasi kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu yang dilaporkan dimediasi oleh Pakistan tersebut.
Rencana 10 poin tersebut di antaranya, mengizinkan "lintasan teratur melalui Selat Hormuz di bawah koordinasi Angkatan Bersenjata Iran," yang menurut dewan akan memberikan negara tersebut "kedudukan ekonomi dan geopolitik yang unik". Sebagaimana melansir Hindustan Times, Rabu (8/4/2026).
Negosiasi akan dimulai pada hari Jumat di Islamabad, Pakistan, setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan, ia akan menangguhkan serangan dengan syarat Teheran setuju untuk sepenuhnya membuka kembali Selat Hormuz.
Selama gencatan senjata, Iran dan AS akan memulai negosiasi yang diharapkan bisa mengakhiri perang yang sudah berlangsung sejak 28 Februari lalu ini.
Baca juga:Iran Tolak Rencana 15 Poin dari Amerika untuk Akhiri Perang, Dinilai Tidak Logis