Hapus Batas Geografis Layanan Medis, Mahasiswa UNEJ Gagas Platform Telemedicine Lintas Negara
Tim langit 7
Rabu, 08 April 2026 - 18:22 WIB
Hapus Batas Geografis Layanan Medis, Mahasiswa UNEJ Gagas Platform Telemedicine Lintas Negara
LANGIT7.ID-Jakarta; Di tengah pesatnya digitalisasi sektor kesehatan, sebuah ide gagasan visioner lahir dari mahasiswa Universitas Jember (UNEJ) Kampus Lumajang. Gagasan ini berupa pengembangan platform kesehatan digital skala global yang dirancang untuk meruntuhkan hambatan jarak dan wilayah dalam mendapatkan akses layanan medis berkualitas di masa depan.
Adalah Patricia Naomi Manik, mahasiswa D3 Keperawatan (FKep) UNEJ Kampus Lumajang, yang menuangkan konsep integrasi rekam medis elektronik internasional tersebut melalui karya esainya.
“Tema esai yang saya tulis adalah Global Smart Health: Integrated Digital Health Platform for Electronic Medical Records and Cross-Border Telemedicine. Ini berfokus pada pengembangan sebuah platform kesehatan digital global yang dapat mengintegrasikan rekam medis elektronik atau Electronic Medical Records (EMR) dengan layanan telemedicine lintas negara,” jelas Patricia dalam keterangannya, Rabu (8/4/2026).
Gagasan ini muncul sebagai jawaban atas sulitnya akses layanan kesehatan bagi masyarakat di daerah terpencil dan belum terintegrasinya data medis antar wilayah. Dalam konsepnya, Patricia merancang sistem di mana pasien dimungkinkan mendapatkan konsultasi hingga diagnosis dari tenaga kesehatan terbaik di berbagai negara dengan jaminan keamanan data.
“Melalui platform ini, data kesehatan pasien dapat tersimpan secara digital, aman, dan dapat diakses oleh tenaga kesehatan yang berwenang di berbagai negara,” imbuh Patricia.
Ia menekankan bahwa kemudahan akses adalah kunci utama dari ide ini. “Hal ini memungkinkan pasien untuk mendapatkan konsultasi medis, diagnosis, maupun tindak lanjut pengobatan dari tenaga kesehatan tanpa terbatas oleh jarak geografis.”
Pengembangan platform digital ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pelayanan, mempercepat pertukaran informasi medis, serta mendukung kolaborasi tenaga kesehatan global, terutama dalam menghadapi situasi darurat kesehatan atau pandemi.
Adalah Patricia Naomi Manik, mahasiswa D3 Keperawatan (FKep) UNEJ Kampus Lumajang, yang menuangkan konsep integrasi rekam medis elektronik internasional tersebut melalui karya esainya.
“Tema esai yang saya tulis adalah Global Smart Health: Integrated Digital Health Platform for Electronic Medical Records and Cross-Border Telemedicine. Ini berfokus pada pengembangan sebuah platform kesehatan digital global yang dapat mengintegrasikan rekam medis elektronik atau Electronic Medical Records (EMR) dengan layanan telemedicine lintas negara,” jelas Patricia dalam keterangannya, Rabu (8/4/2026).
Gagasan ini muncul sebagai jawaban atas sulitnya akses layanan kesehatan bagi masyarakat di daerah terpencil dan belum terintegrasinya data medis antar wilayah. Dalam konsepnya, Patricia merancang sistem di mana pasien dimungkinkan mendapatkan konsultasi hingga diagnosis dari tenaga kesehatan terbaik di berbagai negara dengan jaminan keamanan data.
“Melalui platform ini, data kesehatan pasien dapat tersimpan secara digital, aman, dan dapat diakses oleh tenaga kesehatan yang berwenang di berbagai negara,” imbuh Patricia.
Ia menekankan bahwa kemudahan akses adalah kunci utama dari ide ini. “Hal ini memungkinkan pasien untuk mendapatkan konsultasi medis, diagnosis, maupun tindak lanjut pengobatan dari tenaga kesehatan tanpa terbatas oleh jarak geografis.”
Pengembangan platform digital ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pelayanan, mempercepat pertukaran informasi medis, serta mendukung kolaborasi tenaga kesehatan global, terutama dalam menghadapi situasi darurat kesehatan atau pandemi.