home global news

UKEF Amankan Pendanaan Rp2,56 Triliun untuk Sistem Penyelamatan Kapal Selam TNI AL

Ahad, 12 April 2026 - 09:25 WIB
UKEF Amankan Pendanaan Rp2,56 Triliun untuk Sistem Penyelamatan Kapal Selam TNI AL
LANGIT7.ID-Jakarta; Lembaga kredit ekspor Inggris, UK Export Finance (UKEF), telah mengamankan pembiayaan penjaminan pinjaman senilai £128 juta (sekitar Rp2,56 triliun) untuk mendukung ekspor sistem kendaraan penyelamat kapal selam (SRVS) buatan Inggris ke TNI Angkatan Laut (TNI AL).

Dukungan pembiayaan ini diberikan kepada dua perusahaan: Submarine Manufacturing and Products Limited (SMP) yang berbasis di Bristol, serta Forum Energy Technologies Ltd (FET) yang berkantor pusat di York.

Dalam perjanjian tersebut, kontrak SMP didukung oleh penjaminan pinjaman dari UKEF senilai £76 juta (sekitar Rp1,52 triliun), dengan pembiayaan yang disediakan oleh JP Morgan Chase, Cabang Singapura. Bekerja sama dengan mitra Indonesianya, PT BTI Indo Tekno (BTI Defence), perusahaan ini akan memasok TNI AL dengan kendaraan penyelamat (SRV) berkapasitas 50 orang yang dapat dioperasikan baik melalui jalur udara maupun laut, beserta kapal induknya. Proyek ini juga menandai pertama kalinya UKEF bekerja sama dengan SMP dan BTI.

Sementara itu, kesepakatan FET didukung oleh penjaminan pinjaman UKEF senilai £52 juta (sekitar Rp1,04 triliun), dengan pembiayaan yang diatur melalui Banco Santander. Bekerja sama dengan mitra Indonesia, PT Agrapana Nugraha Katara (ANK), FET akan menyediakan sistem penyelamatan kapal selam dengan kedalaman 610 meter untuk TNI AL.

UKEF menyatakan bahwa kontrak SMP akan memberikan kontribusi lebih dari £39 juta (sekitar Rp780 miliar) ke rantai pasok Inggris, dan nilai kesepakatan FET sekitar £30 juta (sekitar Rp600 miliar). Dengan demikian, total manfaat langsung bagi perekonomian Inggris mencapai lebih dari £67 juta (sekitar Rp1,34 triliun).

Catatan Naval News

Meskipun UKEF baru saja mengumumkan pembiayaan yang dijamin penjaminan pinjaman senilai £128 juta (Rp2,56 triliun), kontrak yang mendasarinya sebenarnya tidak sepenuhnya baru.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya