Prestasi 100 Hari Menjabat Wali Kota New York City, Zohran Mamdani Tuai Perhatian Trump
Lusi mahgriefie
Selasa, 14 April 2026 - 11:40 WIB
Foto: bbc.com
Wali Kota New York City, Zohran Mamdani tampak berdiri gagah di podium. Walikota Muslim dan termuda itu berada di atas panggung untuk memamerkan prestasinya selama 100 hari pertama menjabat. Ia dinilai berhasil karena telah memenuhi beberapa janji kampanyenya. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pun tampak terpesona.
Ribuan orang berkumpul di Knockdown Center, bekas pabrik di Queens, beberapa membawa spanduk bertuliskan "Politik Lubang Jalan" dan "Perawatan Anak untuk Semua".
"Tidak ada yang terlalu besar untuk ditangani Kota New York," kata Mamdani kepada mereka, melansir BBC, Selasa (14/4/2026).
"Dan selama 14 minggu terakhir, kami telah membuktikan bahwa tidak ada tugas yang terlalu kecil," tegas dia.
Mamdani mengklaim sejumlah prestasi, termasuk mengamankan USD1,2 miliar untuk perawatan anak, dan memperbaiki 100.000 lubang jalan. Tetapi beberapa poin dari agenda besarnya belum tercapai.
Menurut profesor kebijakan publik dari Harvard University's Kennedy School of Government, Justin de Benedictis-Kessner, Mamdani memilih beberapa hal yang menurutnya paling mudah untuk membangun dukungan untuk menaikkan citra dirinya.
"Ia mencoba menemukan isu-isu yang memiliki basis dukungan luas di baliknya, daripada memilih isu-isu yang berpotensi memecah belah sejak awal," ungkap Justin.
Ribuan orang berkumpul di Knockdown Center, bekas pabrik di Queens, beberapa membawa spanduk bertuliskan "Politik Lubang Jalan" dan "Perawatan Anak untuk Semua".
"Tidak ada yang terlalu besar untuk ditangani Kota New York," kata Mamdani kepada mereka, melansir BBC, Selasa (14/4/2026).
"Dan selama 14 minggu terakhir, kami telah membuktikan bahwa tidak ada tugas yang terlalu kecil," tegas dia.
Mamdani mengklaim sejumlah prestasi, termasuk mengamankan USD1,2 miliar untuk perawatan anak, dan memperbaiki 100.000 lubang jalan. Tetapi beberapa poin dari agenda besarnya belum tercapai.
Menurut profesor kebijakan publik dari Harvard University's Kennedy School of Government, Justin de Benedictis-Kessner, Mamdani memilih beberapa hal yang menurutnya paling mudah untuk membangun dukungan untuk menaikkan citra dirinya.
"Ia mencoba menemukan isu-isu yang memiliki basis dukungan luas di baliknya, daripada memilih isu-isu yang berpotensi memecah belah sejak awal," ungkap Justin.