Pemerintah Ingin Satu Pintu untuk Pengumuman Awal Bulan Hijriah, Ini Alasannya
Tim langit 7
Rabu, 15 April 2026 - 14:30 WIB
Pemerintah Ingin Satu Pintu untuk Pengumuman Awal Bulan Hijriah, Ini Alasannya
LANGIT7.ID-Jakarta; Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo R. Muhammad Syafi’i, menilai awal bulan Hijriyah atau kapan memulai waktu puasa dan berlebaran, perlu diumumkan melalui satu pintu. Tujuannya, agar tidak menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.
Hal ini disampaikan Wamenag saat menerima Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad dan jajaran guna mendiskusikan penetapan awal bulan Hijriah di Jakarta.
Menurut Wamenag, mekanisme penetapan awal bulan Hijriah dilakukan melalui sidang isbat sebagai forum musyawarah yang mengintegrasikan pendekatan syar’i dan ilmiah. Sidang isbat tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga memiliki dimensi kebijakan dalam menjaga ketertiban dan kesatuan umat.
"Ke depan, pengumuman awal bulan Hijriah perlu dilakukan melalui satu pintu, yakni pemerintah melalui sidang isbat. Hal ini penting agar tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat akibat perbedaan informasi,” tegasnya dalam keterangan resmi, Rabu (15/4/2026).
“Perbedaan adalah bagian dari khazanah keilmuan. Namun, penyampaiannya harus bijak. Tidak semua hal perlu diumumkan secara terpisah jika berpotensi menimbulkan kegaduhan,” tambahnya.
Kementerian Agama akan kembali menggelar sidang Isbat guna menetapkan awal Zulhijjah 1447 H. Sidang ini akan digelar pada 29 Zulkaidah 1447 H. Sidang akan menetapkan kapan umat Islam Indonesia merayakan Iduladha 1447 H.
Sidang isbat, kata Wamenag, merupakan instrumen negara untuk memastikan penetapan awal bulan, seperti Ramadan, Syawal, dan Zulhijah, dilakukan secara kolektif, bukan parsial.
Hal ini disampaikan Wamenag saat menerima Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad dan jajaran guna mendiskusikan penetapan awal bulan Hijriah di Jakarta.
Menurut Wamenag, mekanisme penetapan awal bulan Hijriah dilakukan melalui sidang isbat sebagai forum musyawarah yang mengintegrasikan pendekatan syar’i dan ilmiah. Sidang isbat tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga memiliki dimensi kebijakan dalam menjaga ketertiban dan kesatuan umat.
"Ke depan, pengumuman awal bulan Hijriah perlu dilakukan melalui satu pintu, yakni pemerintah melalui sidang isbat. Hal ini penting agar tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat akibat perbedaan informasi,” tegasnya dalam keterangan resmi, Rabu (15/4/2026).
“Perbedaan adalah bagian dari khazanah keilmuan. Namun, penyampaiannya harus bijak. Tidak semua hal perlu diumumkan secara terpisah jika berpotensi menimbulkan kegaduhan,” tambahnya.
Kementerian Agama akan kembali menggelar sidang Isbat guna menetapkan awal Zulhijjah 1447 H. Sidang ini akan digelar pada 29 Zulkaidah 1447 H. Sidang akan menetapkan kapan umat Islam Indonesia merayakan Iduladha 1447 H.
Sidang isbat, kata Wamenag, merupakan instrumen negara untuk memastikan penetapan awal bulan, seperti Ramadan, Syawal, dan Zulhijah, dilakukan secara kolektif, bukan parsial.