Pesan Ketua Umum PP ‘Aisyiyah di Wisuda UNISA Yogyakarta, Lulusan Diminta Siap Hadapi Tantangan
Tim langit 7
Jum'at, 17 April 2026 - 08:05 WIB
Pesan Ketua Umum PP Aisyiyah di Wisuda UNISA Yogyakarta, Lulusan Diminta Siap Hadapi Tantangan
LANGIT7.ID-Yogyakarta; Kelulusan dari perguruan tinggi disebut sebagai titik awal memasuki fase kehidupan yang lebih menantang dan penuh tanggung jawab. Pesan ini menjadi penekanan utama dalam Sidang Terbuka Senat Wisuda Periode ke-26 Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta yang berlangsung di Convention Hall Masjid Walidah Dahlan, Kampus Terpadu UNISA Yogyakarta, Kamis (16/4).
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah, menilai para lulusan kini dihadapkan pada ruang kompetisi yang lebih luas. Ia mendorong mereka untuk memanfaatkan ilmu yang telah diperoleh selama masa studi agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Setelah ini, ananda semua akan memasuki kompetisi yang lebih luas. Saatnya menyebarkan manfaat dari ilmu yang telah dipelajari,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (16/4/2026).
Dalam amanatnya, Salmah juga mengaitkan momentum wisuda dengan peringatan Hari Kartini pada 21 April. Ia menyoroti bahwa sosok Kartini tidak hanya dikenal melalui gagasan emansipasi perempuan yang tertuang dalam buku Habis Gelap Terbitlah Terang, tetapi juga memiliki sisi religius yang kuat.
Ia menjelaskan bahwa Kartini memperoleh pencerahan setelah mengikuti pengajian yang diasuh oleh Kyai Soleh Darat, yang memberikan pemahaman terhadap ayat-ayat Al-Qur’an, termasuk Surat Al-Fatihah dan Al-Baqarah ayat 257. Pemahaman tersebut menjadi titik penting dalam cara pandang Kartini terhadap ajaran agama.
“Allâhu waliyyulladzîna âmanû yukhrijuhum minadz-dhulumâti ilan-nûr, Allah adalah pelindung orang-orang beriman, yang mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya,” kutipnya.
Selain itu, Salmah menyinggung peran Nyai Ahmad Dahlan atau Siti Walidah sebagai figur perempuan yang berjuang melalui gerakan yang terorganisasi dan berkelanjutan. Ia menilai perjuangan Kartini dan Siti Walidah bukan untuk dibandingkan, melainkan saling melengkapi dalam memajukan perempuan.
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah, menilai para lulusan kini dihadapkan pada ruang kompetisi yang lebih luas. Ia mendorong mereka untuk memanfaatkan ilmu yang telah diperoleh selama masa studi agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Setelah ini, ananda semua akan memasuki kompetisi yang lebih luas. Saatnya menyebarkan manfaat dari ilmu yang telah dipelajari,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (16/4/2026).
Dalam amanatnya, Salmah juga mengaitkan momentum wisuda dengan peringatan Hari Kartini pada 21 April. Ia menyoroti bahwa sosok Kartini tidak hanya dikenal melalui gagasan emansipasi perempuan yang tertuang dalam buku Habis Gelap Terbitlah Terang, tetapi juga memiliki sisi religius yang kuat.
Ia menjelaskan bahwa Kartini memperoleh pencerahan setelah mengikuti pengajian yang diasuh oleh Kyai Soleh Darat, yang memberikan pemahaman terhadap ayat-ayat Al-Qur’an, termasuk Surat Al-Fatihah dan Al-Baqarah ayat 257. Pemahaman tersebut menjadi titik penting dalam cara pandang Kartini terhadap ajaran agama.
“Allâhu waliyyulladzîna âmanû yukhrijuhum minadz-dhulumâti ilan-nûr, Allah adalah pelindung orang-orang beriman, yang mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya,” kutipnya.
Selain itu, Salmah menyinggung peran Nyai Ahmad Dahlan atau Siti Walidah sebagai figur perempuan yang berjuang melalui gerakan yang terorganisasi dan berkelanjutan. Ia menilai perjuangan Kartini dan Siti Walidah bukan untuk dibandingkan, melainkan saling melengkapi dalam memajukan perempuan.