Blood For Life Indonesia, Komunitas Penghubung Donor Darah Demi Selamatkan Banyak Nyawa
Lusi mahgriefie
Ahad, 19 April 2026 - 10:05 WIB
Blood For Life Indonesia, Komunitas Penghubung Donor Darah Demi Selamatkan Banyak Nyawa
Blood For Life Indonesia menjadi salah satu komunitas sosial yang lahir dari rasa empati dan kemanusiaan. Berfokus pada donor darah, komunitas ini membantu secara sukarela menghubungkan pendonor darah dengan resipien atau pasien yang membutuhkan.
Valencia M. Randa, founder Blood For Life Indonesia mengawali komunitas tersebut dari rasa kemanusiaan sekaligus kesedihan menyaksikan sendiri bagaimana seseorang pasien kesulitan mendapatkan donor darah, hingga akhirnya meninggal dunia.
Bermula saat Valencia menemani ibunya di rumah sakit, ia melihat pasien lain di ruangan yang sama mengalami pendarahan. Rumah Sakit dan keluarganya tidak berhasil menemukan pendonor darah untuk pasien itu, sampai akhirnya meninggal dunia.
Meskipun tidak mengenal keluarga itu, tetapi Valencia ikut merasa sedih menyaksikan kejadian yang mereka alami.
"Saya tidak dapat membayangkan bagaimana jika hal itu terjadi pada orang-orang yang saya cintai," tulisnya melalui laman resmi Blood For Life Indonesia, dikutip Minggu (19/4/2026).
Pengalaman lainnya, Valencia juga sempat kecewa ketika ada SMS penipuan tentang kebutuhan darah yang menyebar di masyarakat. Belum lagi ada calo-calo darah yang memanfaatkan kesusahan orang lain untuk keuntungannya sendiri.
"Ibu saya bilang, kalau Valencia harus berbuat sesuatu tentang hal itu, bukan hanya kecewa. Sesuatu yang besar selalu dimulai dari hal yang kecil, maka dibentuklah group Blood for Life di sebuah milis bersama 44 pembaca blog saya," tambahnya lagi.
Valencia M. Randa, founder Blood For Life Indonesia mengawali komunitas tersebut dari rasa kemanusiaan sekaligus kesedihan menyaksikan sendiri bagaimana seseorang pasien kesulitan mendapatkan donor darah, hingga akhirnya meninggal dunia.
Bermula saat Valencia menemani ibunya di rumah sakit, ia melihat pasien lain di ruangan yang sama mengalami pendarahan. Rumah Sakit dan keluarganya tidak berhasil menemukan pendonor darah untuk pasien itu, sampai akhirnya meninggal dunia.
Meskipun tidak mengenal keluarga itu, tetapi Valencia ikut merasa sedih menyaksikan kejadian yang mereka alami.
"Saya tidak dapat membayangkan bagaimana jika hal itu terjadi pada orang-orang yang saya cintai," tulisnya melalui laman resmi Blood For Life Indonesia, dikutip Minggu (19/4/2026).
Pengalaman lainnya, Valencia juga sempat kecewa ketika ada SMS penipuan tentang kebutuhan darah yang menyebar di masyarakat. Belum lagi ada calo-calo darah yang memanfaatkan kesusahan orang lain untuk keuntungannya sendiri.
"Ibu saya bilang, kalau Valencia harus berbuat sesuatu tentang hal itu, bukan hanya kecewa. Sesuatu yang besar selalu dimulai dari hal yang kecil, maka dibentuklah group Blood for Life di sebuah milis bersama 44 pembaca blog saya," tambahnya lagi.