Kemenag Dorong Majelis Taklim Merambah Pemberdayaan Ekonomi Umat, Bukan Sekadar Pengajian
Tim langit 7
Senin, 20 April 2026 - 08:05 WIB
Kemenag Dorong Majelis Taklim Merambah Pemberdayaan Ekonomi Umat, Bukan Sekadar Pengajian
LANGIT7.ID-Jakarta; Kementerian Agama mengapresiasi peran strategis majelis taklim sebagai garda terdepan dalam penguatan nilai keagamaan dan ketahanan sosial masyarakat. Ke depan, Kementerian Agama mendorong penguatan peran Majelis Taklim hingga menyentuh aspek pemberdayaan ekonomi umat.
Hal ini disampaikan Direktur Penerangan Agama Islam Ditjen Bimas Islam Kemenag, Muchlis M. Hanafi dalam penutupan Musyawarah Nasional (Munas) IV Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid (BKMM) Dewan Masjid Indonesia (DMI), yang berlangsung di Tavia Heritage Hotel, Jakarta, Minggu (19/4).
Muchlis M. Hanafi, yang hadir mewakili Menteri Agama, menegaskan bahwa majelis taklim memiliki posisi penting dalam menghadirkan dakwah yang membumi dan relevan dengan dinamika zaman.
“Majelis taklim bukan sekadar ruang pengajian, tetapi juga ruang pembinaan umat yang berperan dalam menjaga keseimbangan sosial, memperkuat nilai keagamaan, dan merawat harmoni di tengah masyarakat,” ujar Muchlis dalam keterangan resmi, dikutip Senin (20/4/2026).
Munas IV BKMM DMI yang diselenggarakan pada 17–19 April 2026 ini diikuti oleh perwakilan 19 pengurus wilayah serta ratusan pengurus cabang dari berbagai kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Forum ini menjadi ajang konsolidasi nasional dalam merumuskan arah gerak organisasi di tengah tantangan era digital.
Muchlis menekankan pentingnya transformasi dakwah di era digital. Menurutnya, majelis taklim perlu beradaptasi dengan perubahan, tidak hanya sebagai penyampai pesan keagamaan, tetapi juga sebagai produsen narasi keislaman yang moderat, inklusif, dan mencerahkan.
“Di era digital, majelis taklim diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga mampu menghadirkan konten-konten keagamaan yang menyejukkan dan memberikan solusi atas persoalan umat. Dakwah hari ini tidak cukup hanya menyentuh pikiran, tetapi juga harus menjawab kebutuhan nyata masyarakat,” lanjutnya.
Hal ini disampaikan Direktur Penerangan Agama Islam Ditjen Bimas Islam Kemenag, Muchlis M. Hanafi dalam penutupan Musyawarah Nasional (Munas) IV Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid (BKMM) Dewan Masjid Indonesia (DMI), yang berlangsung di Tavia Heritage Hotel, Jakarta, Minggu (19/4).
Muchlis M. Hanafi, yang hadir mewakili Menteri Agama, menegaskan bahwa majelis taklim memiliki posisi penting dalam menghadirkan dakwah yang membumi dan relevan dengan dinamika zaman.
“Majelis taklim bukan sekadar ruang pengajian, tetapi juga ruang pembinaan umat yang berperan dalam menjaga keseimbangan sosial, memperkuat nilai keagamaan, dan merawat harmoni di tengah masyarakat,” ujar Muchlis dalam keterangan resmi, dikutip Senin (20/4/2026).
Munas IV BKMM DMI yang diselenggarakan pada 17–19 April 2026 ini diikuti oleh perwakilan 19 pengurus wilayah serta ratusan pengurus cabang dari berbagai kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Forum ini menjadi ajang konsolidasi nasional dalam merumuskan arah gerak organisasi di tengah tantangan era digital.
Muchlis menekankan pentingnya transformasi dakwah di era digital. Menurutnya, majelis taklim perlu beradaptasi dengan perubahan, tidak hanya sebagai penyampai pesan keagamaan, tetapi juga sebagai produsen narasi keislaman yang moderat, inklusif, dan mencerahkan.
“Di era digital, majelis taklim diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga mampu menghadirkan konten-konten keagamaan yang menyejukkan dan memberikan solusi atas persoalan umat. Dakwah hari ini tidak cukup hanya menyentuh pikiran, tetapi juga harus menjawab kebutuhan nyata masyarakat,” lanjutnya.