Empat Strategi Kementerian Agama Tingkatkan Pendidikan Al-Qur’an Anak Usia Dini
Tim langit 7
Selasa, 21 April 2026 - 09:10 WIB
Empat Strategi Kementerian Agama Tingkatkan Pendidikan Al-Quran Anak Usia Dini
LANGIT7.ID-Bandung; Kementerian Agama saat ini tengah berupaya mengembangkan kulaitas pendidikan Al-Qur’an untuk anak usia dini (PUADQu). Setidaknya ada empat langkah yang sedang dilakukan, yaitu: penguatan regulasi, pencabutan moratorium izin pendaftaran, serta beasiswa santri dan insentif guru.
Hal ini disampaikan Kasubdit Pendidikan Madrasah Diniyah Takmiliyah dan Pendidikan Al Quran Aziz Syafiuddin saat mewakili Direktur Pesantren dalam pembukaan Panggung Al-Qur’an tingkat Provinsi Jawa Barat, Minggu (19/4/2026), di Balai Diklat Keagamaan Bandung.
Menurut Aziz, PAUDQu sebagai satuan pendidikan formal memiliki hak yang sama dengan lembaga pendidikan sejenis lainnya. Untuk itu, sejumlah upaya strategis tengah dilakukan oleh pemerintah, di antaranya finalisasi regulasi melalui Keputusan Menteri Agama (KMA), persiapan pencabutan moratorium, serta peningkatan kesejahteraan guru melalui program beasiswa dan insentif.
“Program Indonesia Pintar (PIP) menjadi salah satu bentuk kehadiran negara dalam memastikan anak-anak PAUDQu dari keluarga kurang mampu tetap bisa mengakses pendidikan Al-Qur’an. Kami terus mendorong agar program ini dapat menjangkau lebih luas dan tepat sasaran,” ujar Aziz Syafiuddin dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (21/4/2026).
Lebih lanjut, ia juga mengungkapkan adanya dukungan pembiayaan lain melalui Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) bagi satuan PAUDQu, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan pendidikan secara menyeluruh.
Panggung Al-Qur’an menjadi wadah unjuk bakat dan prestasi santri Pendidikan Anak Usia Dini Al-Qur’an yang telah melalui proses seleksi ketat di tingkat kabupaten/kota. Kegiatan ini diikuti perwakilan dari 16 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Jawa Barat Ada 13 cabang perlombaan yang dipertandingkan, antara lain: Dai putra dan putri, mewarnai, hafalan hadits putra dan putri, doa harian putra dan putri, adzan, tari Islami, praktik salat, lomba mars, serta tahfiz Al-Qur’an. Seluruh cabang lomba dirancang untuk mengasah kemampuan keagamaan, kreativitas, serta karakter Islami sejak usia dini.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Ketua Umum DPP Mujibun dan Katim Pontren PDMA Amar Saefullah. Ajang Panggung Al-Qur’an ini tidak hanya menjadi kompetisi semata, tetapi juga sebagai langkah awal menuju tingkat nasional. Para peserta terbaik akan dipersiapkan untuk mewakili Jawa Barat dalam kompetisi serupa di tingkat yang lebih tinggi.
Hal ini disampaikan Kasubdit Pendidikan Madrasah Diniyah Takmiliyah dan Pendidikan Al Quran Aziz Syafiuddin saat mewakili Direktur Pesantren dalam pembukaan Panggung Al-Qur’an tingkat Provinsi Jawa Barat, Minggu (19/4/2026), di Balai Diklat Keagamaan Bandung.
Menurut Aziz, PAUDQu sebagai satuan pendidikan formal memiliki hak yang sama dengan lembaga pendidikan sejenis lainnya. Untuk itu, sejumlah upaya strategis tengah dilakukan oleh pemerintah, di antaranya finalisasi regulasi melalui Keputusan Menteri Agama (KMA), persiapan pencabutan moratorium, serta peningkatan kesejahteraan guru melalui program beasiswa dan insentif.
“Program Indonesia Pintar (PIP) menjadi salah satu bentuk kehadiran negara dalam memastikan anak-anak PAUDQu dari keluarga kurang mampu tetap bisa mengakses pendidikan Al-Qur’an. Kami terus mendorong agar program ini dapat menjangkau lebih luas dan tepat sasaran,” ujar Aziz Syafiuddin dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (21/4/2026).
Lebih lanjut, ia juga mengungkapkan adanya dukungan pembiayaan lain melalui Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) bagi satuan PAUDQu, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan pendidikan secara menyeluruh.
Panggung Al-Qur’an menjadi wadah unjuk bakat dan prestasi santri Pendidikan Anak Usia Dini Al-Qur’an yang telah melalui proses seleksi ketat di tingkat kabupaten/kota. Kegiatan ini diikuti perwakilan dari 16 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-Jawa Barat Ada 13 cabang perlombaan yang dipertandingkan, antara lain: Dai putra dan putri, mewarnai, hafalan hadits putra dan putri, doa harian putra dan putri, adzan, tari Islami, praktik salat, lomba mars, serta tahfiz Al-Qur’an. Seluruh cabang lomba dirancang untuk mengasah kemampuan keagamaan, kreativitas, serta karakter Islami sejak usia dini.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Ketua Umum DPP Mujibun dan Katim Pontren PDMA Amar Saefullah. Ajang Panggung Al-Qur’an ini tidak hanya menjadi kompetisi semata, tetapi juga sebagai langkah awal menuju tingkat nasional. Para peserta terbaik akan dipersiapkan untuk mewakili Jawa Barat dalam kompetisi serupa di tingkat yang lebih tinggi.