Honda Indonesia Ubah Haluan: Dari Kejar Volume ke Kualitas Berkelanjutan
Tim langit 7
Rabu, 22 April 2026 - 14:55 WIB
Honda Indonesia Ubah Haluan: Dari Kejar Volume ke Kualitas Berkelanjutan
LANGIT7.ID-Jakarta; Strategi bisnis Honda Indonesia mengalami pergeseran signifikan. Di bawah kepemimpinan President Director baru, Masanao Kataoka, perusahaan menegaskan bahwa orientasi bisnis ke depan tidak lagi bertumpu pada perburuan angka penjualan, melainkan pada penguatan pengalaman konsumen dan keberlanjutan jangka panjang.
Kataoka menyampaikan bahwa pasar otomotif Indonesia telah berubah dan menuntut pendekatan yang berbeda dari sebelumnya.
"Seiring saya memulai kepemimpinan ini, Honda Indonesia tengah memasuki fase transisi yang penting. Kami melihat bahwa pasar telah berubah, dan kami memahami bahwa kami perlu menyesuaikan langkah ke depan. Selain itu, kami juga melihat kuatnya kepercayaan yang telah diberikan oleh konsumen Indonesia selama ini. Kepercayaan tersebut menjadi dasar bagi kami untuk semakin fokus memahami kebutuhan konsumen, dan menerjemahkannya ke dalam pengembangan produk serta roadmap elektrifikasi kami ke depan," ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (22/4/2026).
Langkah konkret dari strategi ini mencakup penajaman fokus produk pada segmen yang paling relevan dengan karakter Honda, penguatan kemitraan dengan jaringan dealer, serta peningkatan layanan purna jual.
"Fokus kami saat ini adalah mempertajam kehadiran di area yang paling relevan. Ini kami lakukan dengan memperjelas arah produk, memperkuat kemitraan dengan dealer, serta membangun bisnis yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga sehat dan berkelanjutan," kata Kataoka.
Dari sisi jaringan distribusi, Honda Indonesia saat ini telah menjangkau lebih dari 90% pasar otomotif nasional. Meski demikian, ekspansi yang direncanakan tidak semata-mata bersifat kuantitatif. Perusahaan berencana menambah 13 dealer baru di sejumlah lokasi strategis, antara lain Malili dan Gowa di Sulawesi Selatan, Morowali, Luwuk, Poso di Sulawesi Tengah, Prabumulih, hingga Merauke.
Penambahan jaringan ini diarahkan untuk memastikan kehadiran dealer memberi manfaat nyata bagi konsumen sekaligus menjaga kelangsungan bisnis mitra.
Kataoka menyampaikan bahwa pasar otomotif Indonesia telah berubah dan menuntut pendekatan yang berbeda dari sebelumnya.
"Seiring saya memulai kepemimpinan ini, Honda Indonesia tengah memasuki fase transisi yang penting. Kami melihat bahwa pasar telah berubah, dan kami memahami bahwa kami perlu menyesuaikan langkah ke depan. Selain itu, kami juga melihat kuatnya kepercayaan yang telah diberikan oleh konsumen Indonesia selama ini. Kepercayaan tersebut menjadi dasar bagi kami untuk semakin fokus memahami kebutuhan konsumen, dan menerjemahkannya ke dalam pengembangan produk serta roadmap elektrifikasi kami ke depan," ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (22/4/2026).
Langkah konkret dari strategi ini mencakup penajaman fokus produk pada segmen yang paling relevan dengan karakter Honda, penguatan kemitraan dengan jaringan dealer, serta peningkatan layanan purna jual.
"Fokus kami saat ini adalah mempertajam kehadiran di area yang paling relevan. Ini kami lakukan dengan memperjelas arah produk, memperkuat kemitraan dengan dealer, serta membangun bisnis yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga sehat dan berkelanjutan," kata Kataoka.
Dari sisi jaringan distribusi, Honda Indonesia saat ini telah menjangkau lebih dari 90% pasar otomotif nasional. Meski demikian, ekspansi yang direncanakan tidak semata-mata bersifat kuantitatif. Perusahaan berencana menambah 13 dealer baru di sejumlah lokasi strategis, antara lain Malili dan Gowa di Sulawesi Selatan, Morowali, Luwuk, Poso di Sulawesi Tengah, Prabumulih, hingga Merauke.
Penambahan jaringan ini diarahkan untuk memastikan kehadiran dealer memberi manfaat nyata bagi konsumen sekaligus menjaga kelangsungan bisnis mitra.