5 Masjid di Semarang Jadi Pilot Project Pengembangan Pisang Cavendish
Arif purniawan
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 16:40 WIB
Ketua Takmir Masjid Tsamanul Muttaqin M Ifran menunjukkan bibit pisang cavendish. (foto: arif purniawan)
Dewan Masjid Indonesia (DMI) menunjuk 5 masjid yang ada di Kota Semarang sebagai pilot project atau proyek percontohan budidaya tanaman pisang cavendish di media pot. Masjid terakhir yang menjadi lokasi percontohan adalah Masjid Tsamannul Muttaqin di Pedurungan Tengah XII, Kota Semarang.
Ketua Takmir Masjid Tsamanul Muttaqin M Ifran menyampaikan, masjid yang dipimpinnya telah mendapat alokasi bantuan 100 bibit pisang cavendish yang diserahkan langsung oleh Wakil Wali Kota Semarang Heaverita Gunaryanti, baru-baru ini.
Dia berharap ke depan ada pendampingan dari DMI atau pihak lain dalam perawatan pisang cavendish karena jamaah masjid, maupun warga di lingkungan masjid tidak memiliki kemampuan dalam bidang pertanian yang memadai.
“Ada pendampingan sampai pisang ini mulai dari pemupukan, perawatan sampai berbuah. Kalau hanya sekadar menanam dan menyiram warga sih bisa-bisa saja. Tapi khawatirnya nanti hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan,” kata Ifran kepada Langit7, Jumat (15/10).
Baca juga:Sandiaga Ajak Pelaku Ekraf Berinovasi Terapkan Etos Kerja 4 AS
Ia mendukung pengembangan ekonomi ummat berbasis masjid, salah satunya dengan budidaya pisang cavendish. Karena jika dikelola dengan baik, dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Info dari bu Ita (Wakil Wali Kota), pisang cavendish saat ini hanya dijual di supermarket, dengan harga jual setiap 1 kg Rp50.000, berisi tiga butir pisang, “ ucapnya.
Ketua Takmir Masjid Tsamanul Muttaqin M Ifran menyampaikan, masjid yang dipimpinnya telah mendapat alokasi bantuan 100 bibit pisang cavendish yang diserahkan langsung oleh Wakil Wali Kota Semarang Heaverita Gunaryanti, baru-baru ini.
Dia berharap ke depan ada pendampingan dari DMI atau pihak lain dalam perawatan pisang cavendish karena jamaah masjid, maupun warga di lingkungan masjid tidak memiliki kemampuan dalam bidang pertanian yang memadai.
“Ada pendampingan sampai pisang ini mulai dari pemupukan, perawatan sampai berbuah. Kalau hanya sekadar menanam dan menyiram warga sih bisa-bisa saja. Tapi khawatirnya nanti hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan,” kata Ifran kepada Langit7, Jumat (15/10).
Baca juga:Sandiaga Ajak Pelaku Ekraf Berinovasi Terapkan Etos Kerja 4 AS
Ia mendukung pengembangan ekonomi ummat berbasis masjid, salah satunya dengan budidaya pisang cavendish. Karena jika dikelola dengan baik, dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Info dari bu Ita (Wakil Wali Kota), pisang cavendish saat ini hanya dijual di supermarket, dengan harga jual setiap 1 kg Rp50.000, berisi tiga butir pisang, “ ucapnya.