home masjid

Melampaui Kecepatan Cahaya: Syaikh Al-Asyqar Bedah Kemampuan Teleportasi Golongan Jin

Senin, 27 April 2026 - 04:00 WIB
Perbedaan kemampuan fisik antara jin dan manusia adalah bentuk pembagian peran di alam semesta. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Dalam arsitektur penciptaan, Allah memberikan spesifikasi kemampuan yang berbeda bagi setiap makhluk-Nya. Jika manusia dibekali akal yang mampu menciptakan teknologi transportasi, maka jin dibekali kemampuan biologis-spiritual untuk berpindah tempat dalam sekejap mata. Fenomena ini bukan sekadar bumbu cerita rakyat, melainkan sebuah realitas yang dibahas secara serius dalam literatur akidah.

Syaikh Umar Sulaiman Al-Asyqar dalam karyanya yang otoritatif, Alam Al Jin Wa Asy Syayathin, menempatkan kemampuan gerak cepat ini sebagai salah satu keunggulan fisik jin yang paling menonjol dibandingkan manusia.

Puncak dari narasi mengenai kecepatan ini terekam dalam fragmen sejarah Nabi Sulaiman alaihissalam. Saat itu, Sulaiman menantang bawahannya untuk menghadirkan singgasana Ratu Saba dari Yaman menuju Baitul Maqdis di Palestina—jarak yang membentang ribuan kilometer. Dalam catatan Al-Quran surat An-Naml ayat 39, seorang Ifrit dari golongan jin menawarkan diri dengan sebuah janji yang mencengangkan:

قَالَ عِفْرِيتٌ مِّنَ الْجِنِّ أَنَا آتِيكَ بِهِ قَبْلَ أَن تَقُومَ مِن مَّقَامِكَ ۖ وَإِنِّي عَلَيْهِ لَقَوِيٌّ أَمِينٌ

Berkata Ifrit yang cerdik dari golongan jin: Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat membawanya lagi dapat dipercaya.

Durasi seseorang berdiri dari tempat duduknya tentu hanya memakan waktu hitungan menit atau bahkan detik. Namun, tawaran itu segera dilampaui oleh sosok yang memiliki ilmu dari Al-Kitab yang mampu menghadirkan singgasana tersebut sebelum mata berkedip.

Syaikh Al-Asyqar dalam analisisnya menjelaskan bahwa peristiwa ini menunjukkan eksistensi jin yang memiliki kekuatan mekanik dan kecepatan yang tidak bisa diukur dengan standar fisika klasik manusia. Jika manusia membutuhkan pesawat jet untuk menempuh Yaman-Palestina dalam beberapa jam, Ifrit mengklaim mampu melakukannya dalam waktu yang dibutuhkan tubuh untuk bangkit dari posisi duduk.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya