LANGIT7.ID-Jakarta; Timnas Korea Selatan menunjukkan performa yang lebih menjanjikan dibanding Republik Ceko sepanjang babak pertama laga kedua Piala Dunia 2026 di Stadion Guadalajara. Dipimpin Son Heung-min dan Lee Kang-in, Taegeuk Warriors beberapa kali menciptakan ancaman serius meski belum mampu memecah kebuntuan hingga turun minum.
Sejak awal pertandingan, Republik Ceko mencoba mengambil inisiatif melalui umpan-umpan panjang ke sisi lapangan. Namun Korea Selatan mampu meredam tekanan tersebut dengan organisasi permainan yang rapi sambil perlahan membangun serangan melalui kombinasi umpan pendek.
Peluang pertama yang benar-benar berbahaya datang pada menit ke-12. Kesalahan Štěpán Chaloupek dimanfaatkan Korea Selatan untuk menyerang lewat Lee Kang-in. Gelandang kreatif itu mengirim umpan terobosan kepada Lee Jae-sung yang kemudian membuka ruang bagi Son Heung-min. Kapten Korea Selatan tersebut melepaskan tembakan dari dalam kotak penalti, tetapi bola yang sempat berubah arah masih melambung di atas mistar.
Lee Kang-in kembali menjadi motor serangan Korea Selatan dua menit kemudian. Pemain yang tampil menonjol sepanjang babak pertama itu melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang memaksa kiper Matěj Kovář melakukan penyelamatan gemilang. Bola hasil tembakan jarak jauhnya berhasil ditepis keluar oleh penjaga gawang Republik Ceko.
Tekanan Korea Selatan terus berlanjut. Pada menit ke-15, mereka hampir menciptakan peluang matang melalui skema sepak pojok pendek yang dieksekusi dengan baik. Namun Tomáš Souček membaca situasi dengan sempurna dan menggagalkan peluang yang berpotensi membahayakan gawang Ceko.
Meski lebih banyak tertekan, Republik Ceko sempat memberikan ancaman melalui bola mati. Peluang terbaik mereka hadir pada menit ke-21 saat sepak pojok yang mengarah ke tiang dekat berhasil disambut Souček dengan tendangan voli. Namun upaya tersebut gagal menemui sasaran.
Selepas jeda hidrasi, tempo pertandingan sempat menurun. Republik Ceko lebih banyak menguasai bola, tetapi kesulitan menemukan celah di pertahanan Korea Selatan yang tampil disiplin dan solid. Beberapa kali serangan dibangun dari sisi lapangan, namun selalu mampu dipatahkan oleh lini belakang Korea.
Memasuki fase akhir babak pertama, Korea Selatan kembali mengambil kendali permainan. Son Heung-min memperoleh peluang dari luar kotak penalti pada menit ke-37, tetapi tendangannya masih melambung di atas mistar.
Satu menit berselang, peluang yang lebih baik kembali didapatkan penyerang berusia 33 tahun itu. Berawal dari keberhasilan Kim Min-jae merebut bola di area tengah, Son membawa bola menuju depan kotak penalti tanpa mendapat tekanan berarti. Ia kemudian mencoba melepaskan tendangan melengkung khasnya ke sudut gawang, tetapi bola kembali gagal menemui target.
Korea Selatan terus menekan hingga masa injury time. Pada menit 45+1, Son kembali berada dalam posisi berbahaya setelah menerima bola dari kombinasi serangan cepat yang menembus lini tengah Republik Ceko. Namun keputusan untuk melakukan kombinasi satu-dua sebelum menembak membuat peluang tersebut terbuang. Saat bola kembali kepadanya di dalam kotak penalti, sentuhan akhirnya tidak cukup baik untuk mengancam gawang Kovář.
Hingga babak pertama berakhir, skor masih tetap imbang tanpa gol. Meski demikian, Korea Selatan tampil sebagai tim yang lebih berbahaya dengan sejumlah peluang terbaik yang dipimpin Son Heung-min dan Lee Kang-in. Republik Ceko masih mampu bertahan, tetapi mereka harus bekerja lebih keras jika ingin meredam tekanan Korea Selatan pada babak kedua.
(lam)