Lulusan Ilmu Sosial & Kependidikan Membludak, Prodi yang Tidak Relevan Kebutuhan Industri Bakal Ditutup
Lusi mahgriefie
Senin, 27 April 2026 - 12:37 WIB
Lulusan Ilmu Sosial & Kependidikan Membludak, Prodi yang Tidak Relevan Kebutuhan Industri Bakal Ditutup
Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dalam waktu dekat ini berencana menutup berbagai program studi (prodi) yang dinilai tidak relevan dengan kebutuhan industri pertumbuhan ekonomi di masa yang akan datang.
"Nanti mungkin ada beberapa yang harus kami eksekusi dalam waktu tidak terlalu lama terkait dengan prodi-prodi, perlu kita pilih, kita pilah, dan kalau perlu ditutup untuk bisa meningkatkan relevansi," kata Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Badri Munir Sukoco dalam Simposium Nasional Kependudukan Tahun 2026 di Kabupaten Badung, Bali beberapa waktu lalu.
Badri menambahkan, rencana ini akan dieksekusi dalam waktu dekat. Dengan demikian Ia meminta perguruan tinggi memiliki kerelaan hati untuk menyeleksi prodi apa saja yang perlu ditutup.
Tujuannya menutup prodiyang dinilai tidak relevan dengan kebutuhan tersebut memiliki tujuan untuk menekan kesenjangan antara lulusan perguruan tinggi dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia kerja.
Baca juga:Penutupan program studi: Tanggapan Rektor Universitas Paramadina
Sebagai contoh konkrit, berdasarkan catatan Kemendikti setiap tahun kampus meluluskan hingga 1,9 juta sarjana. Namun, para lulusan itu kesulitan mencari pekerjaan lantaran kebutuhan di lapangan tidak cocok dengan latar belakang pendidikan mereka.
"Nanti mungkin ada beberapa yang harus kami eksekusi dalam waktu tidak terlalu lama terkait dengan prodi-prodi, perlu kita pilih, kita pilah, dan kalau perlu ditutup untuk bisa meningkatkan relevansi," kata Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Badri Munir Sukoco dalam Simposium Nasional Kependudukan Tahun 2026 di Kabupaten Badung, Bali beberapa waktu lalu.
Badri menambahkan, rencana ini akan dieksekusi dalam waktu dekat. Dengan demikian Ia meminta perguruan tinggi memiliki kerelaan hati untuk menyeleksi prodi apa saja yang perlu ditutup.
Tujuannya menutup prodiyang dinilai tidak relevan dengan kebutuhan tersebut memiliki tujuan untuk menekan kesenjangan antara lulusan perguruan tinggi dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia kerja.
Baca juga:Penutupan program studi: Tanggapan Rektor Universitas Paramadina
Sebagai contoh konkrit, berdasarkan catatan Kemendikti setiap tahun kampus meluluskan hingga 1,9 juta sarjana. Namun, para lulusan itu kesulitan mencari pekerjaan lantaran kebutuhan di lapangan tidak cocok dengan latar belakang pendidikan mereka.