home global news

Gerbong Khusus Wanita di Ujung Kereta Jadi Polemik, Ini Penjelasan KAI

Rabu, 29 April 2026 - 15:44 WIB
Gerbong Khusus Wanita di Ujung Kereta Jadi Polemik, Ini Penjelasan KAI. Foto: Ist.
Posisi gerbong wanitayang berada di ujung rangkaian kereta rangkaian listrik (KRL) menjadi sorotan publik usai tragedi kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan kereta komuter di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026 lalu.

Pasca insiden maut itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI Arifah Fauzi mengusulkan agar posisi gerbong khusus wanita dipindah ke bagian tengah rangkaian untuk meningkatkan keamanan.

Baca juga: Tabrakan Maut Argo Bromo Aggrek vs KRL, Gerbong Wanita Ringsek Parah

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin mengungkap sejumlah alasan penempatan gerbong perempuan berada di bagian paling depan dan paling belakang rangkaian kereta.

Bobby menegaskan bahwa KAI tidak membedakan standar keselamatan berdasarkan gender, tanpa terkecuali.

"Seperti yang saya sampaikan tadi, KAI menjamin keselamatan. Bagi kami keselamatan tidak ada toleransinya sama sekali, tidak ada kompromi sama sekali, dan kami tidak membedakan gender laki dan perempuan," ujar Bobby di Stasiun Bekasi Timur, Rabu (29/4/2026).

Selain itu, Bobby menguraikan tiga alasan utama penempatan gerbong khusus wanita dalam rangkaian kereta. Menurutnya, kebijakan ini tidak hanya bertujuan mempermudah akses, tetapi juga berkaitan dengan upaya melindungi penumpang perempuan dari kemungkinan tindak kejahatan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya