LANGIT7.ID-Afrika; Orang terkaya di Afrika, Aliko Dangote, benar benar dermawan dan berhati mulia. Ia dengan ikhlas berencana mendedikasikan sepertiga dari kekayaannya untuk kegiatan amal. Rencana ini mendapat dukungan terbuka dari keluarganya, saat sang miliarder mempersiapkan generasi penerus untuk mengambil tanggung jawab yang lebih besar di seluruh kerajaan bisnisnya.
Halima Dangote, sang istri, mengungkapkan rencana tersebut dalam wawancara dengan Bloomberg, menandakan bahwa para ahli waris keluarga mendukung strategi suksesi yang menggabungkan ekspansi bisnis dengan filantropi jangka panjang.
Berdasarkan Indeks Miliarder Bloomberg yang menilai kekayaan Aliko Dangote sekitar $36,5 miliar (sekitar Rp 584 triliun), sepertiga dari kekayaannya berarti lebih dari $12 miliar (sekitar Rp 192 triliun)—menjadikannya salah satu komitmen filantropi terbesar yang pernah diumumkan oleh seorang miliarder Afrika.
Pengumuman ini memberikan gambaran langka tentang perencanaan suksesi di balik Dangote Group, konglomerat industri terbesar di Afrika, yang bisnisnya meliputi semen, pupuk, gula, garam, pengolahan pangan, dan Kilang Minyak Dangote berkapasitas 650.000 barel per hari.
Pengumuman ini juga datang beberapa bulan setelah grup tersebut memperluas tanggung jawab tiga putri Dangote—Halima, Fatima, dan Mariya—sebagai bagian dari transisi kepemimpinan yang lebih luas, yang bertujuan membangun bisnis keluarga menjadi perusahaan senilai $100 miliar (Rp 1.600 triliun) pada akhir dekade ini.
Halima mengawasi kantor keluarga di Dubai dan London, Fatima memegang peran komersial utama di bisnis energi grup, sementara Mariya memimpin strategi komersial di seluruh bisnis pangan dan semen.
Berbeda dengan banyak keluarga terkaya di dunia, di mana rencana suksesi sering dirahasiakan hingga pendiri mundur, keluarga Dangote justru semakin terbuka menunjukkan bagaimana kepemimpinan dan kepemilikan akan berkembang selagi Aliko Dangote masih aktif terlibat dalam bisnis.
Miliarder yang akan genap berusia 70 tahun tahun depan ini berulang kali mengatakan bahwa ia ingin kekayaannya menciptakan dampak sosial yang abadi.
Dalam wawancara sebelumnya dengan Bloomberg, ia mengatakan bahwa ia menghabiskan lebih banyak uang untuk kegiatan amal daripada untuk dirinya sendiri, dan berharap dapat "memberikan dampak sebesar-besarnya bagi dunia" semasa hidupnya.
Caption: halima dangote, sang istriMelalui Aliko Dangote Foundation, ia telah mendanai program-program besar di bidang kesehatan, gizi, pendidikan, bantuan bencana, dan pengentasan kemiskinan di Nigeria dan berbagai negara Afrika lainnya.
Didirikan pada tahun 1994 dengan dana abadi sebesar $1,25 miliar (sekitar Rp 20 triliun), Aliko Dangote Foundation adalah salah satu yayasan amal swasta terbesar di benua Afrika.
Yayasan ini telah mendukung program vaksinasi, inisiatif makan siang sekolah, proyek kesehatan ibu dan anak, serta tanggap darurat kemanusiaan, sambil bekerja sama dengan organisasi seperti Bill & Melinda Gates Foundation dan berbagai lembaga pemerintah di seluruh Afrika.
Komentar terbaru ini juga menyoroti bagaimana filantropi menjadi bagian yang semakin penting dalam perencanaan suksesi di kalangan orang superkaya dunia.
Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah miliarder telah mengikatkan sebagian besar kekayaan mereka untuk kegiatan amal, meskipun hanya sedikit komitmen di benua Afrika yang mendekati skala sumbangan yang direncanakan Dangote.
Bagi para investor, dukungan publik dari para ahli waris Dangote mungkin sama pentingnya dengan janji filantropi itu sendiri.
Hal ini menunjukkan bahwa keluarga bersatu di balik strategi suksesi di saat grup sedang mempersiapkan pencatatan saham besar-besaran untuk bisnis kilang dan pupuknya, serta mengejar rencana ekspansi ambisius di seluruh Afrika.(*/saf/businessinsider africa)
(lam)