Ormas Islam Siapkan Langkah Hukum Bela Yusuf Kalla, Din Syamsuddin Singgung Pihak yang Diduga Sebar Video 48 Detik
Tim langit 7
Rabu, 29 April 2026 - 18:00 WIB
Din Syamsuddin: ormas Islam dan advokat siap tempuh langkah hukum soal video ceramah Yusuf Kalla 48 detik yang dinilai picu kontroversi. (Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Jakarta;Tokoh Islam Din Syamsuddin menyatakan bahwa sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam bersama para advokat tengah menyiapkan langkah hukum terkait polemik yang menyeret nama Yusuf Kalla.
Langkah ini diambil menyusul kontroversi atas tuduhan penistaan agama yang dilayangkan kepada Yusuf Kalla, setelah beredarnya potongan ceramah beliau di Masjid Kampus UGM pada bulan suci Ramadhan.
Din mengungkapkan bahwa situasi ini memunculkan kegelisahan di kalangan tokoh-tokoh Islam. Ia bahkan menyoroti fenomena bahwa pembelaan awal justru datang dari tokoh-tokoh Kristiani, termasuk dari PGI dan KWI.
“Tak enak di kalangan tokoh-tokoh Islam bahwa akhir-akhir ini yang banyak membela Bapak Yusuf Kalla adalah para tokoh Kristiani, baik dari PGI maupun KWI,” ujar dia dalam keterangannya, Rabu (29/4/2026)
Menurut Din, laporan sekelompok masyarakat ke Kepolisian Republik Indonesia terhadap Yusuf Kalla telah memicu hiruk pikuk dan kontroversi luas. Ia menilai sumber polemik berasal dari video ceramah yang tidak utuh.
Din menegaskan bahwa video yang beredar hanya berdurasi sekitar 48 detik, dipotong dari ceramah lengkap yang berlangsung lebih dari satu setengah jam. Ia menyebut potongan tersebut bersifat tendensius dan provokatif.
“Maka kami menyampaikan pandangan bahwa mereka yang pertama kali memuat potongan pidato Bapak Yusuf Kalla di Masjid Kampus UGM itu sangat bersifat tendensius, provokatif, dan berpotensi mengadu domba antarumat beragama,” ujar dia.
Langkah ini diambil menyusul kontroversi atas tuduhan penistaan agama yang dilayangkan kepada Yusuf Kalla, setelah beredarnya potongan ceramah beliau di Masjid Kampus UGM pada bulan suci Ramadhan.
Din mengungkapkan bahwa situasi ini memunculkan kegelisahan di kalangan tokoh-tokoh Islam. Ia bahkan menyoroti fenomena bahwa pembelaan awal justru datang dari tokoh-tokoh Kristiani, termasuk dari PGI dan KWI.
“Tak enak di kalangan tokoh-tokoh Islam bahwa akhir-akhir ini yang banyak membela Bapak Yusuf Kalla adalah para tokoh Kristiani, baik dari PGI maupun KWI,” ujar dia dalam keterangannya, Rabu (29/4/2026)
Menurut Din, laporan sekelompok masyarakat ke Kepolisian Republik Indonesia terhadap Yusuf Kalla telah memicu hiruk pikuk dan kontroversi luas. Ia menilai sumber polemik berasal dari video ceramah yang tidak utuh.
Din menegaskan bahwa video yang beredar hanya berdurasi sekitar 48 detik, dipotong dari ceramah lengkap yang berlangsung lebih dari satu setengah jam. Ia menyebut potongan tersebut bersifat tendensius dan provokatif.
“Maka kami menyampaikan pandangan bahwa mereka yang pertama kali memuat potongan pidato Bapak Yusuf Kalla di Masjid Kampus UGM itu sangat bersifat tendensius, provokatif, dan berpotensi mengadu domba antarumat beragama,” ujar dia.