Erdogan Soroti Krisis Dunia Islam, Serukan Persatuan Hadapi Konflik Global
Tim langit 7
Kamis, 30 April 2026 - 14:45 WIB
Erdogan Soroti Krisis Dunia Islam, Serukan Persatuan Hadapi Konflik Global
LANGIT7.ID-Jakarta; Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menilai kondisi global yang dihadapi negara-negara Muslim saat ini berada dalam fase berat, ditandai konflik berkepanjangan dan krisis kemanusiaan di berbagai kawasan. Situasi tersebut, menurutnya, memperlihatkan penderitaan yang meluas tanpa tanda mereda.
Dalam pernyataannya, Erdogan menggambarkan luasnya dampak konflik yang terjadi di sejumlah wilayah dunia Islam. “Dari Palestina hingga Lebanon, dari Teluk hingga Sudan, dari Somalia hingga Yaman, ke mana pun kita memandang, sayangnya yang kita temui hanyalah air mata,” kata dia dikutip dari Yeni Safak, Kamis (30/4/2026).
Ia menyampaikan hal itu saat berbicara dalam Upacara Penganugerahan Kompetisi Tilawah Alquran Internasional. Dalam kesempatan tersebut, Erdogan juga menyinggung sikap pihak-pihak yang disebutnya sebagai dunia beradab karena dinilai tidak bereaksi terhadap kekerasan yang terjadi.
“Di hari-hari ujian ini, ketika apa yang disebut dunia beradab menutup mata, bayi-bayi di buaian dan warga sipil yang tak berdaya dibantai secara brutal,” tutur dia.
Selain itu, Erdogan turut menyoroti sikap negara-negara Barat yang selama ini menggaungkan nilai keadilan dan hak asasi manusia. Ia menilai sikap tersebut tidak sejalan dengan kondisi yang terjadi saat ini.
“Hari ini, kita semua melihat wajah asli mereka,” katanya, tanpa menyebut negara tertentu.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan, termasuk operasi militer Israel di Gaza dan Lebanon, konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel dengan Iran, serta penutupan Selat Hormuz. Rangkaian peristiwa itu disebut berdampak besar pada negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim.
Dalam pernyataannya, Erdogan menggambarkan luasnya dampak konflik yang terjadi di sejumlah wilayah dunia Islam. “Dari Palestina hingga Lebanon, dari Teluk hingga Sudan, dari Somalia hingga Yaman, ke mana pun kita memandang, sayangnya yang kita temui hanyalah air mata,” kata dia dikutip dari Yeni Safak, Kamis (30/4/2026).
Ia menyampaikan hal itu saat berbicara dalam Upacara Penganugerahan Kompetisi Tilawah Alquran Internasional. Dalam kesempatan tersebut, Erdogan juga menyinggung sikap pihak-pihak yang disebutnya sebagai dunia beradab karena dinilai tidak bereaksi terhadap kekerasan yang terjadi.
“Di hari-hari ujian ini, ketika apa yang disebut dunia beradab menutup mata, bayi-bayi di buaian dan warga sipil yang tak berdaya dibantai secara brutal,” tutur dia.
Selain itu, Erdogan turut menyoroti sikap negara-negara Barat yang selama ini menggaungkan nilai keadilan dan hak asasi manusia. Ia menilai sikap tersebut tidak sejalan dengan kondisi yang terjadi saat ini.
“Hari ini, kita semua melihat wajah asli mereka,” katanya, tanpa menyebut negara tertentu.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan, termasuk operasi militer Israel di Gaza dan Lebanon, konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel dengan Iran, serta penutupan Selat Hormuz. Rangkaian peristiwa itu disebut berdampak besar pada negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim.