Menyaksikan Fenomena Flower Moon Pada 2 Mei Tak Butuh Teleskop, Ini Waktu Terbaik Melihatnya
Lusi mahgriefie
Sabtu, 02 Mei 2026 - 14:05 WIB
sumber: bbc
Flower Moon adalah sebutan untuk fase bulan purnama yang terjadi di bulan Mei. Fenomena ini sangat sayang untuk dilewatkan, apalagi tidak perlu teleskop melainkan bisa dilihat langsung dengan mata telanjang.
Nama Flower Moon berasal dari penanggalan masyarakat adat di Amerika Utara yang memberi nama bulan purnama, sesuai perubahan musim.
Fenomena ini menjadi salah satu momen yang paling dinantikan karena posisinya yang berseberangan langsung dengan matahari, sehingga seluruh sisi bulan yang menghadap Bumi akan tersinari sepenuhnya.
Nama Flower Moon dipilih bukan tanpa alasan, melainkan karena bulan Mei identik dengan mekarnya bunga-bunga di wilayah belahan bumi utara. Karena itu, bulan purnama Mei dianggap sebagai simbol pertumbuhan, keindahan, dan datangnya musim semi.
Nama tersebut bisa dibilang sebagai warisan tradisi penamaan musiman dari penduduk asli Amerika yang dipopulerkan oleh sumber seperti Farmer's Almanac.
Sementara itu, di Inggris makna ini juga terasa relevan karena pada awal Mei, bentang alam di sana mulai dihiasi hamparan lonceng biru (bluebells) dan mekarnya bunga hawthorn. Sebagaiman melansir BBC.
Namun, setiap budaya memiliki cara sendiri dalam memaknai rembulan ini. Menurut Old Farmer's Almanac, suku Cree menyebutnya sebagai "Leafing Moon" atau "Budding Moon", sementara suku Dakota dan Lakota mengenalnya sebagai "Planting Moon".
Nama Flower Moon berasal dari penanggalan masyarakat adat di Amerika Utara yang memberi nama bulan purnama, sesuai perubahan musim.
Fenomena ini menjadi salah satu momen yang paling dinantikan karena posisinya yang berseberangan langsung dengan matahari, sehingga seluruh sisi bulan yang menghadap Bumi akan tersinari sepenuhnya.
Nama Flower Moon dipilih bukan tanpa alasan, melainkan karena bulan Mei identik dengan mekarnya bunga-bunga di wilayah belahan bumi utara. Karena itu, bulan purnama Mei dianggap sebagai simbol pertumbuhan, keindahan, dan datangnya musim semi.
Nama tersebut bisa dibilang sebagai warisan tradisi penamaan musiman dari penduduk asli Amerika yang dipopulerkan oleh sumber seperti Farmer's Almanac.
Sementara itu, di Inggris makna ini juga terasa relevan karena pada awal Mei, bentang alam di sana mulai dihiasi hamparan lonceng biru (bluebells) dan mekarnya bunga hawthorn. Sebagaiman melansir BBC.
Namun, setiap budaya memiliki cara sendiri dalam memaknai rembulan ini. Menurut Old Farmer's Almanac, suku Cree menyebutnya sebagai "Leafing Moon" atau "Budding Moon", sementara suku Dakota dan Lakota mengenalnya sebagai "Planting Moon".