home global news

Tragedi di Balik Dinding Pesantren: 50 Santriwati Diduga Jadi Korban Bejat Pengasuh Pesantren Yang Mengaku "Wali Allah"

Selasa, 05 Mei 2026 - 12:52 WIB
Tragedi di Balik Dinding Pesantren: 50 Santriwati Diduga Jadi Korban Bejat Pengasuh Pesantren Yang Mengaku Wali Allah
LANGIT7.ID-Pati; Sebuah kasus memilukan mengguncang dunia pendidikan agama di Jawa Tengah. Pondok Pesantren Ndholo Kusumo di Pati yang seharusnya menjadi tempat menimba ilmu agama justru berubah menjadi lokasi gelap dugaan kekerasan seksual masif. Jumlah korban diperkirakan mencapai 50 santriwati, dan pelakunya tak lain adalah pengasuh pondok itu sendiri, Ashari (58).

Ali Yusron, kuasa hukum para korban, mengungkapkan fakta mencengangkan. Ashari dilaporkan telah mencuci otak para santriwati dengan doktrin sesat. Pelaku mengaku sebagai sosok Khariqul 'Adah—sebutan untuk wali yang memiliki kemampuan di luar nalar manusia, serta mengaku sebagai keturunan nabi yang wajib dimuliakan.

"Doktrinnya, para santriwati harus patuh jika ingin masuk surga. Mereka ditakut-takutkan akan dikeluarkan dari pondok dan dipermalukan jika menolak perintah," ujar Ali. Sebagian besar korban adalah anak di bawah umur, yatim piatu, dan berasal dari keluarga tidak mampu, sehingga mudah terintimidasi.



Modus Tengah Malam: Pijat di Ruang Kerja


Ali menjelaskan, aksi bejat ini sudah berlangsung sejak 2022. Ashari biasanya menghubungi korban melalui WhatsApp pada pukul 23.00 hingga 24.00 dini hari, menyuruh mereka datang untuk memijat di ruang kerja. Posisi rumah Ashari yang berada dalam satu kompleks dengan kamar para santriwati memudahkan aksinya.

Kasus ini sempat dilaporkan ke polisi pada 2024, tetapi mandek setelah pihak keluarga korban diduga "dibujuk" melalui jalur kekeluargaan. Kini, setelah salah satu santriwati berani bersuara, kasus ini kembali terbuka.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya