Kisah Mbah Mardijiyono, 103 Tahun: Bukti Bahagia Itu Obat Mujarab untuk Hidup Panjang
Sururi al faruq
Rabu, 06 Mei 2026 - 14:32 WIB
Kisah Mbah Mardijiyono, 103 Tahun: Bukti Bahagia Itu Obat Mujarab untuk Hidup Panjang
LANGIT7.ID-Madinah; Di tengah hiruk-pikuk ribuan jemaah haji Indonesia yang tiba di Madinah, satu sosok dengan langkah tertatih tapi senyum mengembang berhasil mencuri perhatian. Namanya Mardijiyono Karto Sentono. Usianya 103 tahun. Dan dia adalah jemaah haji tertua Indonesia tahun ini.
Lahir pada tahun 1923, Mbah Mardijiyono asal Bantul, Yogyakarta ini membuktikan bahwa umur panjang bukanlah kutukan, justru anugerah. Dengan hanya bermodal tongkat, ia masih mandiri: berjalan, mandi, bahkan beribadah tanpa bergantung penuh pada orang lain.
Perjalanan dari Indonesia ke Tanah Suci yang melelahkan nyaris tak tampak di wajahnya. Kulitnya masih segar, matanya tenang, dan bibirnya tak henti mengucap syukur. Lalu apa rahasianya?
Jawabannya sederhana, bahkan terdengar seperti nasihat dari kakek bijak di kampung:
"Kuncinya hati harus selalu senang, selalu gembira. Apa pun yang terjadi, jangan dipikir berat. Dibawa senang saja, dibawa ikhlas. Itu yang bikin badan sehat dan umur dipanjangkan sama Allah."
Berangkat Sendiri, Tapi Tak Sendirian
Lahir pada tahun 1923, Mbah Mardijiyono asal Bantul, Yogyakarta ini membuktikan bahwa umur panjang bukanlah kutukan, justru anugerah. Dengan hanya bermodal tongkat, ia masih mandiri: berjalan, mandi, bahkan beribadah tanpa bergantung penuh pada orang lain.
Perjalanan dari Indonesia ke Tanah Suci yang melelahkan nyaris tak tampak di wajahnya. Kulitnya masih segar, matanya tenang, dan bibirnya tak henti mengucap syukur. Lalu apa rahasianya?
Jawabannya sederhana, bahkan terdengar seperti nasihat dari kakek bijak di kampung:
"Kuncinya hati harus selalu senang, selalu gembira. Apa pun yang terjadi, jangan dipikir berat. Dibawa senang saja, dibawa ikhlas. Itu yang bikin badan sehat dan umur dipanjangkan sama Allah."
Berangkat Sendiri, Tapi Tak Sendirian