home global news

Haji dan Momen Pembebasan

Ahad, 10 Mei 2026 - 20:10 WIB
Haji dan Momen Pembebasan
Oleh: Dr Mukhaer Pakkanna (Ketua Lembaga Penggerak Ekonomi Umat MUI Pusat)

LANGIT7.ID-Medio 1980-an, ghirah revolusi Iran msh menjangkiti dunia Islam, bahkan menular ke kampus kampus Tanah Air. Salah satu intelektual par excellence yang digandrungi anak anak muda saat itu, ada sosok Ali Syariati, sosiolog revolusioner Iran, jebolan Sorbonne University, Paris. Sebelum wafat di usia muda pada 1977, beliau menulis buku tentang Haji. Kemudian 1989, buku itu diterjemahkan Penerbit Pustaka, Bandung.

Haji, kata Syariati, bukan semata ritual formal per se, melainkan juga drama ketuhanan, yang melibatkan gerakan pembebasan. Dari titik ini, muncul revolusi sosial. Orang yang berhaji, harus mampu bertransformasi, mulai dari dirinya. Revolusi harus dimulai dari nilai nilai pribadi (ibda' bi nafsik).

Setiap gerakan dalam ritual haji, papar Syariati, memilki makna simbolik untuk mengonstruksi kisah trajektori penciptaan dan perjuangan manusia. Dari titik inilah, sejatinya, manusia bukanlah siapa siapa. Dia adalah makhluk lemah, yang harus selalu menghamba ke Sang Pencipta.

Nabi Ibrahim sebagai etafet awal revolusi prosesi haji, adalah simbol ketauhidan (monetisme). Ibrahim dengan tulus mengorbankan segalanya demi Allah. Dia adalah bapak Tauhid, tempat perjumpaan atau induk antar pelbagai agama.

Simbol Siti Hajar, adalah representasi dari kaum tertindas dan perempuan budak, yg diangkat derajatnya oleh Allah SWT. Dia diangkat, karena kesetiaan dan ikhtiarnya (sa’i). Orang yang berhaji, seyogianya berani melakukan advokasi kepada kaum tertindas (mustadh'afin). Tidak semata itu, mendampingi dan memberdayakan mereka.

Sementara Ismail, adalah simbol dari apapun yang paling kita cintai. Cinta dalam hidup, jangsn sampai menjadi noktah penghalang menuju cinta Sang Kudus. Apa pun yang kita miliki di dunia, hanyalah titipan Tuhan. Dan pasti itu akan diambil Tuhan. Tidak ada yang abadi.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya