Hantavirus di Indonesia Bukan Hal Baru Namun Sering Tidak Terlihat
Lusi mahgriefie
Senin, 11 Mei 2026 - 09:50 WIB
Ilustrasi: ist
Dunia tengah menyoroti hantavirus. Beberapa laporan global menunjukkan terjadi peningkatan kasus di Asia Timur dan Eropa, outbreak sporadis di Amerika Serikat, serta adanya keterkaitan dengan perubahan iklim dan urbanisasi. Di Indonesia sendiri sebenarnya penyakit ini bukanlah hal baru.
Banyak orang mengira hantavirus adalah penyakit langka dari luar negeri. Padahal, penelitian menunjukkan bahwa virus ini telah lama ada di Indonesia, bahkan sejak tahun 1980-an.
Indonesia berada pada persimpangan dua faktor risiko ini yaitu iklim tropis dan kepadatan penduduk tinggi. Artinya, risiko hantavirus bukan menurun, tetapi justru berpotensi meningkat.
Kementerian Kesehatan mencatat jenis hantavirus yang paling kerap didapati di Indonesia adalah Seoul virus (SEOV). Virus ini bisa menyebar lewat tikus rumah yang hidup di tengah aktivitas manusia sehingga lebih mudah menular di masyarakat.
Studi komprehensif yang dilakukan di berbagai kota besar menemukan bahwa seroprevalensi hantavirus pada manusia di Indonesia mencapai sekira 11,6%. Artinya, dari setiap 10 orang, setidaknya satu pernah terpapar virus ini, meskipun mungkin tidak pernah terdiagnosis.
Tim Kerja Kebijakan dan Strategi Penanggulangan Penyakit Menular dan Kesehatan Lingkungan, Pusat Kebijakan Sistem Ketahanan Kesehatan BKPK Kemenkes dalam keterangan resminya menginformasikan, hantavirus tidak menyebar dari manusia ke manusia seperti influenza.
Baca juga:Ini Bedanya Gangguan Perut Akibat Keracunan atau Virus
Banyak orang mengira hantavirus adalah penyakit langka dari luar negeri. Padahal, penelitian menunjukkan bahwa virus ini telah lama ada di Indonesia, bahkan sejak tahun 1980-an.
Indonesia berada pada persimpangan dua faktor risiko ini yaitu iklim tropis dan kepadatan penduduk tinggi. Artinya, risiko hantavirus bukan menurun, tetapi justru berpotensi meningkat.
Kementerian Kesehatan mencatat jenis hantavirus yang paling kerap didapati di Indonesia adalah Seoul virus (SEOV). Virus ini bisa menyebar lewat tikus rumah yang hidup di tengah aktivitas manusia sehingga lebih mudah menular di masyarakat.
Studi komprehensif yang dilakukan di berbagai kota besar menemukan bahwa seroprevalensi hantavirus pada manusia di Indonesia mencapai sekira 11,6%. Artinya, dari setiap 10 orang, setidaknya satu pernah terpapar virus ini, meskipun mungkin tidak pernah terdiagnosis.
Tim Kerja Kebijakan dan Strategi Penanggulangan Penyakit Menular dan Kesehatan Lingkungan, Pusat Kebijakan Sistem Ketahanan Kesehatan BKPK Kemenkes dalam keterangan resminya menginformasikan, hantavirus tidak menyebar dari manusia ke manusia seperti influenza.
Baca juga:Ini Bedanya Gangguan Perut Akibat Keracunan atau Virus